Peristiwa

Kriminal

Video

Berita Terbaru

Peringati HUT Brimob, Polres Kediri Beri Bantuan Warga

Bakti Sosial HUT Brimob Ke 73 Oleh Eks Brimob Nusantara Polres Kediri, Dihadiri Wakapolres Kompol. I Made Dhanuardana *foto istimewa

Wahyu Dadi

Kediri- Peringati HUT Bromob ke 73, anggota Eks Brimob Nusantara Polres Kediri menggelar Bakti Sosial bagi warga kurang beruntung di Wilayah Kabupaten Kediri.

Wakapolres Kediri Kompol I Made Dhanuardana saat dikonfirmasi beritakediri.com menjelaskan, kegiatan baksos memang sengaja dilakukan oleh anggota Polres Kediri, khususnya anggota eks Brimob Nusantara yang bertugas di berbagai macam satuan di Mapolres Kediri.

"Ini dalam rangka memperingati HUT Brimob ke 73, berbakti kepada negeri dengan menggelar Baksos di wilayah Desa Balong Jeruk Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri untuk warga kurang beruntung," jelas Dhanu. Kediri, Jumat (16/11/2018) melalui pesan Whatsapp.

Berdasar pantauan beritakediri.com kegiatan bakti sosial berupa pemberian pengobatan sangat dibutuhkan dan diperlukan oleh warga setempat. Tak hanya pengobatan, warga kurang beruntung juga diberikan bantuan sembako.

"Kita memberikan bantuan pengobatan gratis kepada warga kurang mampu dan membutuhkan, semoga ini menjadi ladang ibadah dan bentuk bakti kami kepada masyarakat, khususnya eks Brimob Nusantara," Imbuh Wakapolres yang memiliki hobby fotografi.



Dalam kegiatan baksos tersebut, 80 anggota personil Polres Kediri eks Brimob Nusantara ikut serta, mulai dari memberikan bantuan kesehatan, hingga sempat mengantar warga kurang beruntung pulang kerumah, karena keterbatasan fisik.



Pemkab Kediri Akan Jalankan Putusan MA


Bupati Kediri Haryanti bersama Kepala Dinas Kominfo Kab Kediri  Krisna Setiawan *istimewa


Wahyu Dadi
Kediri- Pasca diterimanya putusan hasil Uji Materi dari Mahkamah Agung ( MA) soal Perda Perangkat Desa tentang Perda No. 5 Tahun 2017, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui SKPD terkait sudah berkoordinasi untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Hal ini bertujuan, supaya pengisian perangkat desa dapat segera dilaksanakan dengan berdasarkan regulasi yg sesuai dengan hasil putusan uji materi tersebut.

Keterangan Krisna Setiawan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, ada beberapa hal yg menjadi perhatian utama Pemkab Kediri terkait hasil uji materi untuk segera dikonsultasikan ke Biro Hukum Propinsi dan Kementerian Dalam Negeri

" Ya, meliputi,apakah usai hasil uji materi, Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pengisian Perangkat Desa perlu dirubah atau tidak dirubah namun cukup diakomodir dalam Peraturan Bupati. Lalu, bagaimana terkait pasal - pasal lain yang berkaitan dengan pasal yang dicabut setelah uji materi dan setelah tidak ada tim tingkat kabupaten. Dan, untuk soal ujian penyaringan perangkat desa dibuat dan disiapkan pihak mana, karena hal ini belum diatur setelah pasal 9 serta pasal 11 ayat 2 dihapus" ujarnya, Jumat ( 9/11/2018).



Menurutnya, langkah-langkah koordinasi diperlukan supaya dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa yg akan datang dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan kepastian hukum dalam setiap tahapannya.

" Sesuai hasil uji materi atas Perda perangkat desa, bahwa pasal 9 ayat 1 dan 2 yg mengatur pembentukan tim kabupaten serta pasal 11 ayat 2 yg menyebutkan dalam pembuatan soal ujian penyaringan, tim Kabupaten bekerjasama dengan pihak ketiga dicabut. Hal ini, secara substansi sesuai dengan draft raperda yang diajukan oleh Bupati untuk dibahas bersama dengan DPRD bahwa tidak ada Tim Kabupaten untuk melaksanakan pengisian perangkat desa" tegas Krisna saat ditemui di Kantor Diskominfo Kabuaten Kediri.

Terakhir, Krisna meenmbahkan mengacu hal inilah yg kemudian perlu dikonsultasikan lebih lanjut, supaya ada kejelasan dan kepastian hukum terhadap pelaksanaan pengisian perangkat desa mendatang.

Warga Kediri Temukan Bayi Dalam Kardus


Bayi yng ditemukan warga Kecamaatan Pare, Kabupaten Kediri, diperiksa kesehatannya. *foto istmew

Wahyu Dadi

Kediri- Warga Desa Sambirejo Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri sempat riuh. Bayi dengan jenis kelamin perempuan ditemukan di dalam kardus lengkap dengan perlengkapan bayi.

Kabar penemuan bayi itu awalnya ditemukan oleh Jajar (58) salah seorang guru di Kabupaten Kediri bersama istrinya di Jalan Gereja RT.02 RW.01 Desa.Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Kamis, (8/11/2018) pagi.

Saat itu Jajar sedang membersihkan pekarangan rumah ketika mendengar suara tangisan bayi. Saat dicari, ia dan istrinya menemukan kardus berisi bayi lemgkap dengan perlengkapan bayi, mulai dari sabun, obat dan sabun cuci, popok bayi dan selimut.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP. Hanif Fatih saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan adanya penemuan bayi dalam kardus lengkap dengan perlengkapan bayi.

"Iya benar, ada penemuan bayi tadi pagi," jelas Hanif. Kamis, (8/11/2018).

Saat ini anggota Reskrim Polres Kediri tengah melakukan penyelidikan terkait adanya penemuan bayi. Bahkan menurut Hanif, anggotanya telah mendapat informasi terkait kejadian penemuan bayi tersebut.

"Alhamdulillah kita mendapat titik terang terkait kasus penemuan bayi ini semoga malam nanti atau besok sudah mendapat titik terang terkait kasus ini," pungkas Hanif.