Berita Terbaru

Diduga Terlibat Penipuan Investasi, Oknum Perangkat Desa Dilaporkan Polisi


Kediri -HD, oknum Perangkat Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri kembali dilaporkan polisi. Setelah sebelumnya dalam kasus penipuan dua unit mobil, kali ini oknum pamong tersebut diadukan dalam kasus dugaan penipuan investasi usaha pertambangan. 

HD diadukan oleh Agus Salim, warga Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar ke Polres Kediri, Jumat (24/1/2020). Korban merasa telah ditipu dan dirugikan oleh teradu. Dimana, selain onkum perangkat desa, teradu juga sebagai pengelola sebuah tambang pasir di wilayah Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

"Aas nama Agus Salim menyampaikan pengaduan dugaan tindak penipuan investasi usaha di Polres Kediri. Dimana, pada 5 November 2018 terjadi kesepakatan kerjasama antara klien kami dengan HDC. Kemudian kesepakatan kerjasama tidak terealisasi dan klien kami merasa tertipu dan merasa dirugikan," kata Yunita Rafika Sari, SH bersama tim kuasa hukum korban. Jumat (25/1/2020).

Kasus bermula, pada 5 November 2018, teradu menawari investasi usaha kepada korban. Akhirnya, pada 5 November 2018, terjadi kesepakatan kerjasama yang dituangkan dalam sebuah surat perjanjian. Surat tersebut ditanda tangani di sebuah rumah makan di Kabupaten Kediri dengan disaksikan oleh dua orang saksi yaitu, SW warga Desa Bakung, Udanawu dan KR, warga Sidoarjo.

Korban menginvestasikan uangnya Rp 200 juta untuk modal usaha pertambangan pasir tersebut. Dia dijanjikan akan mendapatkan keuntungan separuh atau setengah dari total pengangkutan pasir hasil tambang yang dikelola teradu. Dalam perjalanannya, kerjasama tersebut tidak seperti yang telah disepakati antara kedua belah pihak. Dimana korban tidak pernah mendapat keuntungan seperti yang telah dijanjikan.

Sementara itu, pembayaran yang diterima korban dari perhitungan rinci yang diinvestasikan belum dibayar oleh teradu dengan kekurangan Rp 80 juta. Padahal saat ini izin usaha pertambangan yang dikelola oleh HD tersebut sudah berakhir dan tambang miliknya tersebut juga tidak beroperasi lagi.

Dengan berhentinya usaha pertambangan pasir HDC tersebut pembayaran kepada korban juga berhenti dan ketika ditagih, teradu selalu menghindar. Sehingga tidak ada kejelasan mengenai uang milik korban.

Kasubbag Humas Polres Kediri, Iptu Purnomo mengatakan, pihaknya belum menerima informasi terkait aduan tersebut. Akan tetapi, apabila benar ada warga yang mengadu ke kepolisian, tentunya akan tetap ditindaklanjuti.

"Akan diselidiki sejauh mana itu aduannya. Kalau kasusnya tentang penipuan investasi, biasanya larinya ke pidum (pidana umum). Tetapi akan saya cek terlebih dahulu, apakah baru sebatas berkirim surat. Sepertinya belum SPK (Setra Pelayanan Kepolisian) itu, sehingga belum ada desposisi dari bapak Kapolres. Cobalah nanti saya lihatnya dulu," kata Iptu Purnomo.

Terpisah, HD yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya hanya menjawab singkat untuk memberikan konfirmasi besok. Sebagaimana diketahui, sebelumnya HD dilaporkan Moh. Muthoin, ASN Pemkab Kediri ke Polresta Kediri, dalam kasus dugaan penggelapan dua unit mobil rental jenis Xenia. Peristiwa ini terjadi karena kerja sama persewaan mobil yang diawali tahun 2017, mengalami keterlambatan pembayaran biaya sewa. 

UNIWA Dan STIS Wahidiyah Lahirkan Lulusan Berkualitas Demi Kemajuan Bangsa

Dwi Putra

Kediri- Ratusan mahasiswa Universitas Wahidiyah (UNIWA) dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah ( STIS) mengikuti proses wisuda yang bertempat di halaman Kampus, Rabu (4/11/2019). 

Acara tersebut, langsung dihadiri Kanjeng Romo, KH. Abdul Latif Madjid RA, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh, serta Prof. Soeprapto,Kepala LLDIKTI Wilayah VII.

Keterangan Prof.Soeprapto, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, pihaknya mengapresiasi akan hadirnya lulusan berkualitas yang dilahirkan dari UNIWA maupun STIS, dengan harapan bisa mencetak generasi muda yang handal.

"Jujur, saya mengapresiasi para lulusan UNIWA maupun STIS yang harapanya bisa melahirkan Alumnus mumpuni kedepanya " ucap Prof.Soeprapto, saat memberikan sambutan.

Dia juga menambahkan, pihaknya juga salut akan prosesi wisuda di UNIWA dan STIS yang dibalut dengan nuansa religi dan berbeda dengan wisuda di Universitas lainya.

" Saya merasakan nuansa religi yang sangat kental disini.Dan, lebih ditekankan urusan Akhirat dari pada Duniawi. Disisi lain, saya juga membuka pintu selebar-lebarnya apabila ada kekurangan dalam prosesi perijinan ataupun penambahan Prodi kedepanya" tutupnya

Sementara, Kanjeng Romo, KH. Abdul Latif Madjid RA, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh, juga berharap, bahwa lulusan UNIWA maupun STIS bisa bermanfaat bagi Nusa Bangsa dan Negara.

"Harapanya, UNIWA maupun STIS nantinya akan semakin lebih baik lagi kedepanya" kata Kanjeng Romo, KH.Abdul Latif Madjid.

Sekedar diketahui, jumlah Wisudawan sebanyak 133 mahasiswa, meliputi, Fakultas Kesehatan 35 mahasiswa, Fakultas Ekonomi 26 mahasiswa, Fakultas teknik 38 mahasiswa, Fakultas KIP 21 mahasiswa, Fakultas Pertanian 4 mahasiswa.

Lalu, STIS Wahidiyah 9 mahasiswa ditambah angkat sumpah Bidan dan Perawat 65 mahasiswa, diantaranya dari angkatan pertama sampai sekarang. 

Pemilu 2019, PDI P Kota Kediri Targetkan Kursi Ketua DPRD


Regina Suwono Caleg PDI Perjuangan Kota Kediri

Wahyu Dadi

Kediri-  Partai berlambang banteng hitam bermoncong putih Kota Kediri, menargetkan akan mampu meraih posisi Ketua kursi DPRD dalam Pemilu 2019 ini.

Hal ini mengacu, dari serangkaian upaya konkrit yang dilakukan tim internal Badan Pemenengan Pemilu ( Bappilu) DPC PDI P Kota Kediri, dalam menggaet hati masyatakat.

Keterangan Adi Suwono, Ketua Bappilu DPC PDI P Kota Kediri, bahwa target mendapatkan kursi legeslatif pada pesta demokrasi 17 April 2019 dinilai realistis. Hal ini terlihat, dari program kunjungan masyarakat yang mendapat antusiasme luar biasa.

Adi Suwono, Ketua Bappilu DPC PDI P Kota Kediri* foto Wahyu

" Kami gulirkan program sapa masyarakat dengan pola door to door yang mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Mayoritas, warga sangat antusias menyampaikan keluhan pada Calon Legeslatif (Caleg), utamanya di Daerah Pemilihan ( Dapil) 1 Kota Kediri "kata Adi Suwono, Minggu, ( 7/4/2019), saat mendampingi Regina, Caleg nomor urut 3 Dapil 1, menyapa masyarakat.

Menurutnya, mayoritas keluhan warga memang masih berkutat akan perilaku para Wakil Rakyat yang lupa dengan masyarakat apabila terpilih nanti. Dari kondisi inilah, pihaknya mewanti-wanti pada para Caleg agar merespon keluhan masyarakat dengan membudayakan program kunjungan.

" Keluhan masyarakat menjadi bekal bagi kami apabila diberi amanah oleh rakyat nanti. Karena, program kunjungan ke masyarakat dinilai sangat penting dalam menampung aspirasi lini bawah. Dari sinilah, program ini akan terus digulirkan sampai nanti" imbuhnya.

Ketika ditanya perolehan target suara, Adi Suwono mengungkapkan, masing-masing Dapil dimaksimalkan akan mendapatkan perolehan kursi leegslatif. Namun, secara prioritas tetap difokuskan pada Dapil 1.

" Dari hasil survey tim internal kami, perolehan minimal untuk Dapil 1, meliputi Kecamatan Kota Kediri, bisa meraih 3 kursi, lalu Dapil 2 Kecamatan Mojoroto, sebanyak 2 kursi serta Dapil 3 Kecamatan Pesantren, diprediksi memperoleh 1 kursi " pungkas Adi.

Peristiwa

Kriminal

Video