Berita Terbaru

Jadi Program Unggulan, Wali Kota Lihat Langsung Home Care Gambiran Kediri


Wali Kota Abdullah Abu Bakar Beserta Tim Home Care RSUD Gambiran Kediri


Wahyu Dadi

Wali Kota Kediri Bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Melihat Langsung Pelayanan Home Care Peduli di RSUD Gambiran Kota Kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memiliki salah satu program unggulan yakni Home Care Peduli. Program ini telah dimasukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri. Sehingga Pemerintah Kota Kediri dapat melayani masyarakat secara langsung dan bisa berkelanjutan. 

Untuk memastikan Home Care Peduli berjalan dengan baik, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mendatangi RSUD Gambiran Kota Kediri, Jumat (16/4). 

Di sana Wali Kota Kediri bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar yang didampingi Plt Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr. Fauzan Adima melihat salah satu pasien Home Care Peduli yang sedang menjalani fisioterapi di RSUD Gambiran Kota Kediri. Karena ada beberapa alat yang tidak bisa dibawa ke rumah pasien.



Pasien tersebut adalah Bagas (3) dan Rendi (2) yang didiagnosa mengalami celebral palsy, yakni keterlambatan untuk respon saraf. Bagas dan Rendi merupakan anak dari pasangan Maryanto dan Suryani, warga RT 20 RW 04 Kelurahan Pakunden Kota Kediri. Suryani pun juga mengalami celebral palsy. Sebelumnya, pasien ini pernah dikunjungi oleh Ketua TP PKK Kediri saat menjalani terapi di rumah. 

Hampir tiga tahun, Bagas dan Rendi rutin menjalani terapi di Instalasi Rehab Medik dan diterapi oleh dr. Fundhi Krisna, SpKFR. Pemberian terapi ini bertujuan untuk merangsang syaraf-syarafnya. 

Usai melihat proses terapi pasien Home Care Peduli, Abdullah Abu Bakar menjelaskan Home Care Peduli ini dihadirkan untuk menjemput masyarakat yang enggan datang ke pelayanan kesehatan. Meskipun sebenarnya di Kota Kediri Puskesmas sudah tersebar secara merata dan juga gratis.

 “Kita melihat pada saat itu banyak warga kita yang enggan untuk datang ke pelayanan kesehatan. Kita hadirkan Home Care Peduli,” ucap Abdullah Abu Bakar. Jumat (16/4/2021).

Wali Kota Kediri menambahkan saat ini yang terjadi banyak warga Kota Kediri melaporkan melalui sosial media bila ada tetangganya yang sakit agar mendapat layanan kesehatan. Home Care Peduli inilah yang nanti akan menjemput masyarakat Kota Kediri yang membutuhkan pelayanan kesehatan. 


Kota Kediri Siap Perpanjang PPKM, Kampung Tangguh Semeru Diperkuat

Kota Kediri Siap Perpanjang PPKM, Kampung Tangguh Semeru Diperkuat

Kediri-Polisi di Kota Kediri kembali memperkuat Kampung Tangguh Semeru sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19. Itu seiring dengan ditambahnya masa PPKM hingga Februari.

Ada dua lokasi Kampung Tangguh Semeru yang diperkuat. Yakni Rusunawa Kelurahan Dandangan dan Kampung Tangguh Semeru di Kelurahan Manisrenggo Kecamatan Kota Kediri.

Kapolresta Kediri AKBP Eko Prasetyo melihat kondisi kampung tangguh itu secara langsung. Selain itu Eko juga melihat kesiapan logistik warga serta tempat karantina bagi warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Saya melakukan peninjauan ini untuk melihat kesiapan dan kondisi Kampung Tangguh Semeru Polresta Kediri, alhamdulillah kondisinya siap dan dalam kondisi berfungsi dengan baik, mulai dari logistik, ruang isolasi jika diperlukan digunakan semuanya dalam keadaan baik dan siap," ujar Eko, Senin (25/1/2021).

Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Pemkot Kediri bersama TNI dan Polri telah menyiapkan tempat isolasi mandiri serta melaksanakan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat tentang bertambahnya pasien COVID-19.

Selain itu juga melakukan koordinasi terkait menyiapkan sumbang plasma darah bagi pasien penyintas COVID-19. Yang nantinya bisa menyembuhkan pasien positif COVID-19.

"Nantinya pemerintah, TNI dan Polri menyiapkan tempat isolasi mandiri. Selain itu juga koordinasi menyiapkan sumbang darah atau plasma darah dari pasien yang sembuh untuk pasien yang masih positif COVID-19," imbuh Eko.

Eko berpesan bahwa masyarakat juga harus aktif untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Sehingga bersama-sama dengan Pemerintah, TNI, dan Polri mampu menanggulangi COVID-19 di Kota Kediri.

 

Sinergi Forkopimda Kota Kediri untuk Donor Plasma Konvalesen

 

Sinergi Forkopimda Kota Kediri untuk Donor Plasma Konvalesen

Kediri-Forkopimda Kota Kediri bersinergi mensukseskan Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor Pasen). Ini sebagai langkah bersama menekan penyebaran COVID-19.

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan Forkopimda di Ruang Kerja Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Rabu (20/1/2021). Gedor Pasen merupakan salah satu upaya untuk membantu penyembuhan pasien COVID-19, sekaligus menekan angka kematian akibat COVID-19 khususnya di Kota Kediri.

Program ini selaras dengan program yang dicanangkan secara daring oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, bersama Palang Merah Indonesia dan rumah sakit seluruh Indonesia. Yaitu Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen.

Pada tahap awal, Forkopimda akan melakukan pendataan jajaran di bawahnya, yang pernah terkonfirmasi positif COVID-19. "Bersama Pak Kajari, Pak Ketua Dewan, Pak Kapolres, Pak Dandim, Ibu Ketua PN, Pak Sekda sedang berupaya untuk mencarikan pendonor plasma konvalesen. Mungkin anggotanya Pak Kapolres ada yang pernah kena. Dari TNI atau anggotanya Pak Sekda ada yang jadi penyintas, datanya kita serahkan ke PMI untuk dicek. Hasilnya nanti kalau ada yang cocok akan jadi pendonor," ucap Abdulllah Abu Bakar, Wali Kota Kediri, Kamis (21/1/2021).

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, terapi plasma konvalesen untuk pasien COVID-19 memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Sehingga Wali Kota Kediri berharap hasil rapat ini bisa segera dieksekusi.

"Insyaallah nanti hari Selasa kita akan antar calon pendonor-pendonor ini. Baik yang dari kepolisian dan kejaksaan maupun dari ASN dan TNI ke PMI. Kami berharap para penyintas yang telah sembuh mau mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan nyawa saudara kita yang terkena COVID-19," imbuh Abu Bakar.

"Konon katanya plasma 1 orang ini bisa untuk mengobati tiga pasien. Dengan begitu insyaallah nanti penanganan pasien COVID-19 akan jauh lebih maksimal lagi di Kota Kediri. Kalau donor plasma ini kita lakukan, artinya ya kita sudah berikhtiar maksimal 100 persen untuk menyembuhkan COVID-19 di Kota Kediri. Terima kasih kepada Forkopimda Kota Kediri yang telah banyak membantu penanganan COVID-19 sampai dengan mencarikan pendonor plasma konvalesen," tambahnya.

Hal senada juga diutarakan Kapolresta Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo. Pihaknya bahkan telah melakukan pendataan anggotanya penyintas COVID-19 agar ikut memeriksakan diri untuk menjadi calon pendonor darah plasma.

"Anggota saya sudah siap dan akan memeriksakan diri sebagai screening awal sebagai pendonor plasma konvalesen. Semuanya sinergi Forkopimda Kota Kediri bersama TNI, Pengadilan Negeri, Kejaksaan dan Pemkot Kediri demi menekan penyebaran COVID 19 dan obat bagi mereka yang terpapar," pungkas Eko.

Peristiwa

Kriminal

Video