Kediri – Berawal dari kegelisahan akan rasa kopi instan yang dinilai kurang memuaskan, Dani Prasetya atau yang akrab disapa Dani Bakul Kopi Saku, menghadirkan inovasi minuman kopi praktis dengan cita rasa yang tetap pas di lidah. Usaha yang diberi nama Kopi Saku ini mulai dirintis sejak tahun 2023 dan kini menjadi pilihan bagi penikmat kopi dengan mobilitas tinggi.
Dani mengungkapkan, ide Kopi Saku muncul dari pengalaman pribadi bersama teman-temannya saat mencoba berbagai kopi praktis yang dinilai kurang pas. Dari situlah muncul keinginan untuk menciptakan kopi yang rasanya benar-benar bisa dinikmati, baik oleh dirinya sendiri maupun orang lain.
“Saya bukan pecinta kopi yang fanatik, tapi penikmat. Jadi saya ingin bikin kopi yang rasanya pas, yang bisa saya nikmati sendiri dan juga teman-teman,” ujarnya.
Mengusung konsep kopi praktis yang consider mobilitas, Kopi Saku hadir tanpa kedai permanen. Dani memilih melayani konsumen yang aktif bekerja dan sering berpindah tempat. Menurutnya, kopi dalam kemasan saku menjadi solusi paling cocok bagi mereka yang ingin tetap menikmati kopi berkualitas di tengah kesibukan.
“Saya memang tidak buka kedai. Saya ingin melayani orang-orang dengan mobilitas tinggi, yang kerja, jalan terus, tapi tetap pengin ngopi,” jelasnya.
Secara garis besar, Kopi Saku memiliki dua kategori utama. Pertama, kopi klasik, yaitu kopi tanpa susu dengan harga Rp10.000. Kedua, aneka varian kopi susu dengan harga Rp15.000.
Untuk kopi susu, tersedia pilihan kadar gula less sugar dan normal. Varian rasanya pun beragam, mulai dari Original, Tiramisu, hingga varian lainnya. Dari semua pilihan, varian Original menjadi yang paling sering dibeli pelanggan.
“Yang paling laku itu Original, karena rasanya memang paling nendang,” kata Dani.
Sejak awal berdiri, Kopi Saku beroperasi di Jalan Dhoho, Kota Kediri. Dani mengaku awalnya hanya menumpang tempat milik temannya. Meski kini temannya telah pindah, Dani tetap melanjutkan usahanya di lokasi tersebut. Ia juga sempat membuka lokasi kedua, namun tidak terlalu ditonjolkan karena dinilai kurang strategis.
Kini, Kopi Saku tetap fokus melayani pelanggan setia di Jalan Doho dengan konsep kopi praktis yang mudah dibawa ke mana saja.kin/mg










