KEDIRI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat kinerja sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya tetap terjaga dan tumbuh positif hingga Juli 2026.
Pertumbuhan terlihat dari sektor perbankan, pasar modal, hingga lembaga pembiayaan. Kondisi tersebut didukung pertumbuhan aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, meningkatnya jumlah investor pasar modal, serta fungsi intermediasi yang tetap berjalan.
Di sektor perbankan, total aset hingga Juli 2026 mencapai Rp123,38 triliun atau tumbuh 6,10 persen secara tahunan. Sementara DPK meningkat 8,41 persen menjadi Rp114,93 triliun.
Penyaluran kredit juga tumbuh 1,98 persen menjadi Rp87,87 triliun. Adapun rasio kredit atau pembiayaan bermasalah (NPL/NPF) tercatat 3,96 persen.
Pada sektor pasar modal, jumlah Single Investor Identification (SID) meningkat 71,83 persen secara tahunan menjadi 767.928 SID. Investor reksa dana mendominasi dengan 722.695 SID atau tumbuh 73,69 persen.
Nilai transaksi saham masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri juga mencapai Rp4,76 triliun, meningkat 38,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara di sektor Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), pembiayaan modal ventura tumbuh 7,09 persen menjadi Rp324 miliar. Pinjaman LKM juga tumbuh 0,78 persen menjadi Rp80 miliar.
OJK Kediri turut mencatat penyaluran pinjaman perusahaan pergadaian mencapai Rp12,12 miliar. Pada perusahaan pembiayaan, kualitas pembiayaan membaik dengan rasio NPF turun menjadi 3,69 persen.
Selain menjaga kinerja sektor jasa keuangan, OJK Kediri juga memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Hingga Agustus 2026, sedikitnya 70 kegiatan edukasi telah digelar dengan menjangkau lebih dari 14.058 peserta.
Edukasi menyasar mahasiswa, pelajar, santri, pelaku UMKM, perempuan, hingga masyarakat umum, dengan materi antara lain pengelolaan keuangan, investasi legal dan aman, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan penipuan digital.
Penguatan literasi juga dilakukan melalui rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026. OJK Kediri menggelar edukasi dana pensiun bagi anggota Polri dan ASN bersama ASABRI KC Madiun, talkshow bersama RRI Madiun, serta edukasi bagi calon batas usia pensiun Pemkot Kediri bersama Taspen KC Kediri.
Untuk pelindungan konsumen, hingga Maret 2026 OJK Kediri telah memberikan 1.704 layanan yang meliputi konsultasi, informasi, dan pengaduan. Selain itu, sebanyak 7.624 layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga telah difasilitasi.
OJK Kediri menyatakan akan terus memperkuat pengawasan, literasi dan inklusi keuangan, serta pelindungan konsumen guna menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
