KEDIRI – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri dan Madiun kembali menggelar Financial Journalist Class Sesi 3, Senin (28/9).
Kegiatan bertema “Ekosistem Keuangan Digital Perbankan dan Dana Pensiun” ini diikuti 22 wartawan keuangan dari wilayah Kediri dan Madiun Raya. Kegiatan menjadi sarana memperkuat sinergi antara industri jasa keuangan dan insan pers dalam menyampaikan informasi yang edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan industri jasa keuangan, transformasi layanan perbankan digital, hingga pentingnya perlindungan sosial dan perencanaan keuangan untuk masa pensiun.
OJK Kediri menjadi pemateri pertama dengan menyampaikan perkembangan industri jasa keuangan berdasarkan posisi Juli 2026. Total aset perbankan tercatat Rp122,49 triliun atau tumbuh 7,05 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp114,93 triliun atau tumbuh 8,41 persen YoY. Penyaluran kredit tercatat Rp87,87 triliun atau tumbuh 1,98 persen YoY.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Perekonomian Rakyat (BPR) tumbuh 10,45 persen YoY, sedangkan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) tumbuh 6,80 persen YoY.
OJK Kediri juga memaparkan capaian edukasi dan pelindungan konsumen. Sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 70 kegiatan edukasi telah dilaksanakan dengan total 14.058 peserta.
Selain itu, OJK Kediri menerima 1.704 layanan pengaduan konsumen serta 7.624 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Materi berikutnya disampaikan Kepala Urusan Sistem Operasi PT Bank Central Asia Tbk Wilayah VII, Noverdianto Arsyad, mengenai perkembangan ekosistem keuangan digital.
Ia menjelaskan transformasi digital BCA dilakukan melalui berbagai layanan, mulai dari mobile banking myBCA dan BCA mobile, layanan perbankan bisnis, sistem pembayaran digital, hingga pengembangan layanan digital di kantor cabang.
Volume transaksi yang diproses BCA disebut meningkat 60 persen dalam tiga tahun terakhir. Penggunaan aplikasi myBCA juga meningkat 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume transaksi naik 45 persen pada semester I 2026.
BCA turut mengembangkan OCEAN by BCA, platform berbasis website yang menjadi pusat layanan daring untuk kebutuhan transaksi dan solusi bisnis bagi nasabah maupun calon nasabah.
Transformasi digital juga diterapkan di kantor cabang melalui penggunaan mesin seperti Star Teller, CS Digital, dan E-Service. Hingga saat ini, 84 persen transaksi di cabang telah menggunakan aplikasi eBranch, meningkat 26 persen dibandingkan tiga tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri, Suriyadi, memaparkan program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Kediri.
Hingga Agustus 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kediri memberikan perlindungan kepada 64.917 tenaga kerja di Kota Kediri, 245.654 tenaga kerja di Kabupaten Kediri, dan 167.163 tenaga kerja di Kabupaten Nganjuk.
BPJS Ketenagakerjaan juga telah membayarkan manfaat sebesar Rp366,8 miliar kepada 30.071 tenaga kerja dan ahli waris. Manfaat tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, hingga beasiswa bagi anak pekerja.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para wartawan mendapat kesempatan menggali informasi lebih lanjut mengenai perkembangan industri jasa keuangan, layanan keuangan digital, serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Melalui Financial Journalist Class Sesi 3, FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun berharap sinergi dengan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai sektor jasa keuangan dapat disampaikan secara edukatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
