Kasus Influenza A Ramai Diperbincangkan, Dinkes Kota Kediri Pastikan Belum Ada Lonjakan Signifikan

Kediri — Kasus Influenza A belakangan banyak diperbincangkan masyarakat. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri memastikan belum ditemukan peningkatan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan yang signifikan di wilayah setempat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Erwanto, mengatakan kondisi kasus yang terpantau melalui laporan dari puskesmas masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi.

Pemantauan tersebut di antaranya dilakukan melalui laporan Influenza Like Illness (ILI), pneumonia, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kalau di minggu ke-36 itu masih, ILI-nya masih 28, kemudian pneumonia 65, ISPA-nya 779. Dalam koridor yang masih bisa ditoleransi,” ujar Erwanto, Selasa (22/9).

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, jumlah tersebut memang mengalami kenaikan. Pada minggu ke-35, tercatat ILI sebanyak 18 kasus, pneumonia 57 kasus, dan ISPA 550 kasus.

Meski demikian, Erwanto menyebut fluktuasi kasus tersebut masih tergolong wajar. Tren kasus dalam beberapa pekan terakhir juga mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak terlalu signifikan.

“Naik turunnya sedikit-sedikit. Ada fluktuasi naik turun,” jelasnya.

Erwanto menjelaskan, ILI merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang menimbulkan gejala menyerupai influenza. Gejalanya antara lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot atau pegal pada persendian, hingga tubuh terasa lemas.

Sementara terkait Influenza A, menurutnya gejala yang muncul pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya.

“Influenza A itu sebetulnya gejalanya hampir sama dengan influenza biasa. Yang perlu dikenali, satu demam tinggi, kemudian batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot atau pegal pada sendi, kemudian mual muntah, badan lemas,” ungkapnya.

Ia meminta masyarakat tidak panik berlebihan hanya karena banyaknya informasi mengenai Influenza A. Menurutnya, kepanikan justru dapat muncul akibat informasi yang belum dipahami secara utuh.

“Masyarakat jangan panik. Intinya dengan adanya informasi seperti ini mungkin tidak perlu panik. Yang paling penting tetap berlaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mulai dari rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga pola istirahat, serta mencukupi kebutuhan air putih.

Bagi masyarakat yang sedang sakit, penggunaan masker juga dianjurkan, terutama ketika beraktivitas di luar rumah atau berada di tempat yang berpotensi terpapar debu.

Kondisi cuaca yang masih kering dengan angin cukup kencang juga menjadi perhatian. Debu yang beterbangan berpotensi mengganggu saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan.

“Yang perlu diwaspadai justru kelompok-kelompok rentan seperti anak atau bayi, kemudian orang tua, lansia, dan orang dengan komorbid,” jelas Erwanto.

Ia menambahkan, sejauh pemantauan dari puskesmas, belum terdapat lonjakan pasien yang signifikan akibat keluhan saluran pernapasan.

“Kalau perlu kita sarankan langsung ke fakskes,” pungkasnya.kin/mg

Related posts

Leave a Comment