Kediri – Ratusan suporter Persik Kediri mendatangi Stadion Brawijaya, Rabu (16/9), saat tim menjalani latihan terakhir sebelum bertolak ke Malang untuk menghadapi Arema FC, Jumat (18/9).
Kedatangan suporter tersebut untuk memberikan dukungan dan suntikan semangat kepada para pemain sebelum menghadapi laga derby Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Usai latihan, para suporter dan pemain Persik bersama-sama bergandengan tangan sembari menyanyikan lagu “Bersama Kita Terlahir Kuat”. Nyanyian tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus pesan agar tim Macan Putih berjuang maksimal dan membawa pulang tiga poin ke Kota Kediri.
“Mari lebih semangat dan membawa pulang kemenangan untuk Kota Kediri. Kemenangan harga mati. Bawa tiga poin!” teriak salah seorang suporter.

Antusiasme ratusan suporter itu juga menjadi energi tambahan bagi tim sebelum menjalani pertandingan. Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengaku dukungan tersebut sangat berarti bagi para pemain.
“Ini ketiga kali saya melihat ini. Setiap kali saya lihat ini sangat menarik, untuk merasakan dukungan dari fans. Mereka menunjukkan seperti apa tanggung jawab memenangkan pertempuran ini kepada pemain. Itu adalah sesuatu yang selalu membantu memberikan energi yang tepat,” ujar Marcos.
Ia berharap energi dari dukungan suporter tersebut dapat menjadi tambahan motivasi bagi Persik untuk meraih kemenangan atas Arema FC.
“Semoga ini bisa menjadi energi ekstra bagi kami untuk menang,” imbuhnya.
Laga Arema FC kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan nantinya tidak dapat dihadiri suporter tim tamu. Kondisi tersebut turut disayangkan Marcos, terlebih pertandingan merupakan laga derby.
“Tentu saja menyedihkan bahwa fans Anda tidak dapat melakukan perjalanan ke lapangan lawan, terlebih lagi dalam derby,” kata Marcos.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut memahami keputusan larangan suporter tamu tersebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan sejumlah kejadian yang pernah terjadi sebelumnya.

“Saya tahu bahwa di sini ada beberapa hal berbahaya yang terjadi di masa lalu dan saya memahami bahwa mereka melakukannya demi keselamatan,” ujarnya.
Marcos berharap suatu saat pertandingan sepak bola dapat kembali menghadirkan stadion yang dipenuhi suporter kedua tim dengan kondisi yang aman dan tanpa insiden.
Meski demikian, Marcos mengatakan pihaknya harus menerima keputusan tersebut dan tetap fokus menghadapi pertandingan.
“Ini bukan situasi yang bagus, tapi kita harus menerima, tidak ada yang lain,” pungkasnya. kin/mg
