Kediri — Merta Ayu Galuh Puspita tak pernah menyangka perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) akan membawanya menjadi Lurah Semampir, Kecamatan Kota, Kota Kediri.
Perempuan kelahiran Jombang, 28 Maret 1986 itu sebelumnya lebih banyak berkecimpung di lingkungan pemerintahan dan bidang perencanaan. Ia mulai berkarier sebagai ASN pada 2011 sebagai CPNS dan ditempatkan di Sekretariat DPRD Kota Kediri.
Selama hampir 11 tahun, Merta menjalani berbagai tugas di Sekretariat DPRD Kota Kediri. Kariernya dimulai dari bawah, termasuk membantu kegiatan anggota DPRD, hingga kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala Subbagian Perundang-undangan.
Pada Desember 2019, ia berpindah tugas ke Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kediri. Di tempat tersebut, Merta sempat menjabat sebagai Kasubbag Bina Program dan kemudian menjadi Analis Kebijakan Ahli Muda.
Salah satu tugas yang diembannya adalah berkaitan dengan penyusunan Standar Harga Satuan di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Posisi tersebut dijalaninya hingga akhirnya mendapatkan amanah baru sebagai Lurah Semampir.
“Enggak nyangka aja, terus tiba-tiba jadi lurah. Tapi namanya ASN kan kita harus selalu siap ditempatkan di manapun,” kata Merta, Kamis (17/9).
Ia resmi mulai menjalankan tugas sebagai Lurah Semampir sejak 1 September 2026. Baginya, jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan sebaik mungkin.
Sebagai lurah perempuan, Merta menyadari ada tantangan tersendiri. Terlebih, posisi lurah selama ini kerap identik dengan laki-laki. Namun, ia memilih menghadapi hal tersebut dengan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan rasa keibuan menjadi salah satu cara yang ingin ia terapkan dalam menjalankan tugas.
“Saya akan berusaha membuat orang-orang itu menjadi lebih nyaman sama saya. Mungkin karena perempuan, akhirnya lebih enak secara komunikasi,” ujarnya.
Di awal masa tugasnya, Merta mengaku fokus turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi wilayah dan masyarakat Semampir. Ia ingin terlebih dahulu memahami kebutuhan warga sekaligus memastikan program Pemerintah Kota Kediri dapat dirasakan masyarakat.
“Untuk sementara saya akan mengawal dan membuat masyarakat ini memahami dan merasakan programnya Mbak Wali. Sebenarnya apa yang diinginkan warga, nanti kita ingin mereka rasakan. Itu dulu di awal,” jelasnya.
Di luar aktivitas pemerintahan, Merta mengaku memiliki ketertarikan terhadap kegiatan yang dekat dengan alam. Ia senang berjalan-jalan dan menikmati suasana alam, termasuk melihat laut. Namun, ia menegaskan bukan berarti dirinya merupakan seorang yang gemar mendaki gunung.
Sementara bagi perempuan lain yang ingin berkarier di pemerintahan maupun bidang pekerjaan lainnya, Merta berpesan agar tidak merasa rendah diri.
“Yang penting kita jadi perempuan itu jangan takut. Kita itu sama dengan laki-laki. Cuma bedanya mungkin kalau perempuan itu lebih menggunakan perasaannya,” tuturnya.
Merta juga mengaku tidak ingin terlalu memikirkan anggapan orang yang meragukan dirinya karena masih muda atau karena dirinya perempuan. Baginya, waktu dan kerja nyata akan menjadi jawaban.
“Kalau ada kalanya seperti itu, saya diam. Sambil waktu berjalan, saya menunjukkan bahwa saya berbeda. Saya tidak sama dengan apa yang dipikiran Anda. Dengan waktu nanti mereka akan memahami bahwa perempuan itu juga bisa kerja,” pungkasnya. kin/mg
