Kediri – Penjualan oleh-oleh khas Kediri mengalami peningkatan signifikan selama momen Lebaran tahun ini. Pusat oleh-oleh di Kabupaten Kediri mencatat lonjakan permintaan, terutama untuk produk unggulan seperti tahu takwa dan getuk pisang.
Manager pusat oleh-oleh GTT, Heru Indra, mengatakan bahwa kenaikan penjualan mencapai sekitar 36 hingga 40 persen dibandingkan hari biasa.
“Untuk tahu takwa, penjualan rata-rata mencapai 800 hingga 900 besek per hari. Jika dikonversi, jumlahnya bisa mencapai sekitar 8.000 hingga 9.000 biji per hari,” jelasnya pada Kamis (26/3).
Selain tahu takwa, produk tahu kemasan spesial juga menunjukkan tren positif dengan penjualan sekitar 850 hingga 900 pak per hari. Heru menyebut, peningkatan ini didukung oleh kesiapan stok dan pelayanan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Kami pastikan stok aman, sehingga tidak terjadi antrean panjang. Pelayanan juga kami tingkatkan agar pengunjung tetap nyaman saat berbelanja,” tambahnya.
Dari sisi harga, terjadi penyesuaian selama periode Lebaran. Harga tahu takwa yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000–Rp36.000 per besek, kini naik menjadi Rp40.000–Rp42.000. Sementara tahu kemasan yang biasanya Rp16.000, kini dijual sekitar Rp18.000 per pak.
Tak hanya itu, produk getuk pisang juga mencatat peningkatan penjualan. Dalam kurun waktu 4 hingga 5 hari, penjualan getuk pisang mencapai sekitar 6.000 kemasan, meningkat dibanding tahun lalu.
Mayoritas pembeli merupakan pemudik dari luar kota yang menyempatkan diri membeli oleh-oleh sebelum kembali ke daerah perantauan. Lonjakan pengunjung mulai terasa sejak H-3 Lebaran, dengan puncak keramaian terjadi pada hari kedua dan ketiga Lebaran.
Salah satu pembeli, Ica, perantau asal Kediri yang kini tinggal di Jakarta, mengaku rutin membeli oleh-oleh setiap tahun.
“Saya asli Kediri, sekarang sudah 10 tahun merantau di Jakarta. Setiap pulang kampung pasti beli oleh-oleh di sini, seperti pecel dan tahu kuning, buat keluarga dan teman di perantauan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahun ini dirinya membeli dua kardus oleh-oleh untuk dibawa kembali ke Jakarta.
Peningkatan penjualan ini menjadi indikator kuat bahwa oleh-oleh khas Kediri tetap menjadi favorit, terutama saat momentum Lebaran, sekaligus mendongkrak perekonomian pelaku usaha lokal. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









