Kediri – Bayi perempuan yang ditemukan warga di pinggir jalan area ladang cabai Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (28/5), menjalani perawatan intensif di RS SLG Kediri.
Bayi tersebut ditemukan warga dalam kondisi hidup dengan tali pusar yang masih menempel. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, bayi langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS SLG untuk mendapatkan penanganan medis.
Ketua Bagian TU RS SLG Kediri, Awang Huda Darmawan, mengatakan bayi masuk ke IGD sekitar pukul 11.00 WIB. “Sekitar jam 11 tadi ada masuk ke IGD kami penemuan bayi perempuan. Berat badannya 2.200 gram dengan panjang badan 43 sentimeter,” ujar Awang.
Menurutnya, saat ditemukan kondisi bayi cukup lemah sehingga langsung mendapat penanganan dari dokter spesialis dan dirawat di ruang intensif bayi.
“Langsung dimasukkan di ruang intensif untuk bayi dan kondisinya sudah membaik. Dari kondisi nutrisinya sudah kita penuhi dengan infus kemudian juga susu formula,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi diduga baru saja dilahirkan secara normal. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya ari-ari bersama bayi saat ditemukan warga.
“Untuk usia bayi memang belum bisa dipastikan, tapi tadi bersama bayi tersebut ada ketubannya. Artinya kemungkinan memang masih baru dilahirkan,” tambah Awang.
Ia juga menyebut bayi memiliki berat badan lahir rendah dengan indikasi malnutrisi. “Kalau dilihat dari berat badannya memang ada kecenderungan malnutrisi. Karena 2,2 kilogram masih masuk kategori berat badan lahir rendah,” ungkapnya.
Saat ini pihak rumah sakit fokus memberikan penanganan maksimal agar kondisi bayi segera pulih. Sementara untuk proses selanjutnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Kami fokus menangani bayi tersebut semaksimal mungkin dan berharap kondisinya segera membaik. Untuk tahapan selanjutnya kami menyerahkan kepada pihak terkait,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










