SPPG Kaliombo Ditutup Sementara, Mbak Wali Beber Temuan Berikut

Kediri – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo yang memasok makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Kota Kediri disuspend setelah 37 siswa dari SDN Kaliombo, SDN 3 dan 4 Kampung Dalem mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan, Kamis (17/9).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau langsung SPPG tersebut setelah sebelumnya mengunjungi siswa yang menjalani perawatan di RSUD Gambiran. Peninjauan dilakukan untuk mencari tahu penyebab kejadian yang dialami puluhan siswa tersebut.

Dari hasil peninjauan awal, terdapat sejumlah catatan dalam proses pengolahan makanan di SPPG. Salah satunya berkaitan dengan kehigienisan lingkungan pengolahan makanan.

Vinanda menyebut pihaknya menemukan adanya kucing yang masuk ke area pengolahan makanan. Bahkan, saat ayam diletakkan di bawah, kucing tersebut terlihat masuk ke area tersebut.

“Tadi sampai ada kucing masuk. Ketika ayamnya ditaruh di bawah, kucingnya masuk. Itu menjadi catatan kita. Nanti bisa kita laporkan kepada BGN,” ujar Vinanda.

Catatan berikutnya berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD). Dalam peninjauan tersebut, masih ditemukan sejumlah petugas yang tidak menggunakan APD saat melakukan proses pengolahan makanan.

“Kemudian yang kedua berkaitan dengan penggunaan APD. Ternyata tadi beberapa orang tidak menggunakan APD. Kita lihat ada yang masih tidak menggunakan APD. Ini menjadi catatan bagi kita semua,” katanya.

Selain itu, waktu pengolahan makanan juga menjadi perhatian. Vinanda mengatakan terdapat perbedaan antara waktu pengolahan yang dilaporkan dengan temuan dari rekaman CCTV.

Menurutnya, makanan dilaporkan mulai diproses sekitar pukul 02.00. Namun, dari rekaman CCTV yang ditinjau, aktivitas pengolahan makanan diduga telah berlangsung lebih dari empat jam sebelumnya.

“Ini berkaitan dengan jangka waktu memasak. Ini juga menjadi catatan kita, karena yang dilaporkan jam 2, tapi ternyata di CCTV bisa kita lihat lebih dari 4 jam,” jelasnya.

Proses penyimpanan bahan makanan juga menjadi bagian yang diperhatikan. Dalam peninjauan, Vinanda melihat ayam yang sebelumnya berada di freezer kemudian dikeluarkan untuk proses persiapan sebelum dimasak.

Berbagai temuan tersebut masih menjadi bagian dari investigasi untuk mencari penyebab kejadian. Pemerintah Kota Kediri akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan melakukan evaluasi terhadap SPPG lainnya.

“Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama, jangan sampai ini terjadi lagi di Kota Kediri dan nanti kita segera melakukan evaluasi kepada SPPG yang lain,” kata Vinanda.

Sementara itu, SPPG Kaliombo telah disuspend dan tidak diperbolehkan beroperasi mulai Jumat (18/9). Pemerintah Kota Kediri menyebut kewenangan terkait penutupan SPPG berada pada BGN, sehingga hasil investigasi nantinya akan dikoordinasikan dan dilaporkan kepada BGN.

Vinanda menegaskan pengawasan akan diperkuat, termasuk terhadap sanitasi, kebersihan, kelayakan bahan makanan, serta proses pengolahan makanan.

“Kita akan perkuat pengawasan, kita akan terus kawal, dan tentunya kita akan selalu melakukan evaluasi. Dari sisi sanitasi, kebersihan, dari sisi bahan makanan yang layak, ini harus kita terus evaluasi,” pungkasnya.kin/mg

Related posts

Leave a Comment