Kediri – Pemerintah Kota Kediri mulai menerapkan skema kerja kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) pada Jumat (17/4). Dalam kebijakan tersebut, sebanyak 60 persen aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari kantor, sementara 40 persen lainnya menjalankan tugas dari rumah.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan mengatur pola kerja, tetapi juga mendorong efisiensi energi.
Pada hari pertama penerapan, Vinanda bahkan berangkat dari rumah menuju Balai Kota Kediri menggunakan sepeda.
“Untuk yang WFO, kami utamakan menggunakan kendaraan yang tidak berbahan bakar minyak, seperti sepeda atau transportasi umum. Ini bagian dari upaya efisiensi energi,” ujarnya.
Meski demikian, Vinanda menekankan bahwa kebijakan ini tetap memperhatikan kondisi kesehatan pegawai. ASN yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti jantung, tidak diwajibkan bersepeda dan diperbolehkan menggunakan transportasi umum atau kendaraan berbasis listrik.
“Kalau dipaksakan semua harus bersepeda, risikonya tinggi bagi yang punya penyakit bawaan. Jadi kita sesuaikan,” tambahnya.
Pada hari pertama ini, hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terlihat kompak berangkat kerja dengan sepeda. Pemandangan tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus komitmen penghematan energi di lingkungan Pemkot Kediri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowimuddin, juga menunjukkan dukungan terhadap kebijakan tersebut dengan berjalan kaki menuju kantor.
Kendati menerapkan skema WFH, Vinanda memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti sektor kesehatan, pendidikan, kebersihan, penyelamatan, serta layanan administrasi, tetap diwajibkan bekerja dari kantor.
“Kami pastikan pelayanan publik tidak terganggu. Yang bersifat langsung tetap WFO agar masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









