Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas PUPR mulai menyusun konsep visual (mock-up) penataan kawasan Central Business District (CBD) dengan pendekatan tematik guna meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata.
Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kota Kediri, Chairil Anwar, menjelaskan bahwa penyusunan ini merupakan tindak lanjut dari dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) kawasan CBD yang telah disusun pada 2021.
Dalam konsep tersebut, kawasan CBD akan dibagi ke dalam beberapa tema, di antaranya kawasan Pecinan, kolonial, modern, hingga tradisional.
“Dari RTBL itu kami tindak lanjuti dengan mock-up kawasan tematik. Hasilnya masih fokus di Jalan Dhoho dan Jalan Brawijaya,” jelas Chairil pada Senin (30/3).
Ia merinci, untuk kawasan Jalan Dhoho akan mengusung konsep campuran (mix), yakni perpaduan nuansa tradisional dan kolonial. Sementara Jalan Brawijaya lebih menonjolkan karakter kolonial, sejalan dengan penataan kawasan Jalan Stasiun yang sebelumnya telah dilakukan.
Tak hanya itu, kawasan Pecinan juga masuk dalam perencanaan, dari persimpangan Sumur Bor ke arah barat di Jalan Yos Sudarso.
“Mock-up ini nantinya menjadi masukan penting dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED), sehingga ketika masuk tahap pembangunan, konsepnya sudah matang,” imbuhnya.
Chairil menegaskan, saat ini konsep tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum masuk tahap fisik. Namun, hasil mock-up diharapkan mampu menjadi acuan kuat dalam pengembangan kawasan CBD ke depan.
Selain itu, konsep ini juga disiapkan untuk mendukung pengembangan kawasan strategis kota, sehingga memiliki daya tarik lebih bagi investor.
“Harapannya, kawasan CBD ini benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan identitas yang kuat dan menarik,” tandasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









