Bank Sampah Berseri Bangsal Eksis 11 Tahun, Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai

Kediri – Bank Sampah Berseri di Kelurahan Bangsal, Kota Kediri, terus konsisten mengajak masyarakat mengelola sampah agar memiliki nilai manfaat. Berdiri sejak 2015, bank sampah ini kini telah berjalan selama 11 tahun dan meraih sejumlah prestasi.

Ketua Bank Sampah Berseri, Nunuk S, mengatakan nama Berseri merupakan singkatan dari bersih, sehat, rapi, dan indah. Bank sampah tersebut awalnya dibentuk untuk mengedukasi masyarakat, khususnya di lingkungan RW 5, agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Tujuan awalnya terutama adalah di lingkungan RW 5 ini semoga bisa bersih, mengedukasi warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, di mana sampah yang dibuang itu bisa ada manfaatnya,” ujar Nunuk.

Menurutnya, keberadaan bank sampah sempat mendapat pro dan kontra karena sampah masih identik dengan sesuatu yang kotor dan bau. Namun, edukasi yang dilakukan secara bertahap melalui PKK membuat masyarakat akhirnya menerima program tersebut.

Salah satu produk yang kini menjadi unggulan Bank Sampah Berseri adalah keset dari kaos bekas. Produk tersebut dibuat dengan memanfaatkan pakaian yang sudah tidak terpakai agar tidak langsung menjadi limbah.

Nunuk mengaku mempelajari cara membuat produk tersebut secara otodidak melalui YouTube. Setelah berhasil, produk kemudian dipromosikan dan digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari warga, pengurus RT dan RW, hingga sejumlah pejabat, anggota dewan, dan akademisi.

Bank Sampah Berseri juga memiliki konsep tabungan yang mereka sebut Bank Cicilan Akhirat (BCA). Sampah yang dikumpulkan ditabung dan hasilnya menjadi salah satu penyemangat bagi para pengelola untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini dari sampah menjadi berkah, kita tabung di BCA, Bank Cicilan Akhirat,” katanya.

Konsistensi selama lebih dari satu dekade tersebut juga membuahkan prestasi. Bank Sampah Berseri berhasil meraih juara pertama tingkat Jawa Timur.

Selain itu, mereka menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Heriot-Watt University. Bank Sampah Berseri juga mendapatkan tiga unit laptop melalui program yang melibatkan ITS untuk membantu kegiatan administrasi dan pelaporan.

Meski telah memiliki sejumlah prestasi, Nunuk mengatakan pihaknya masih membutuhkan dukungan berupa peralatan operasional. Salah satunya timbangan yang mengalami kerusakan.

“Kita nggak muluk-muluk, pokoknya bisa berjalan saja,” pungkasnya. kin/mg

Related posts

Leave a Comment