Kedir — Luapan air yang sempat menggenangi Jalan Raya Pare–Kandangan, tepatnya di kawasan Dam Tretek, disebabkan oleh tingginya curah hujan serta tersumbatnya aliran air di jembatan akibat tumpukan sampah. Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, Senin (2/3).
Menurut Joko, hujan deras menyebabkan debit air meningkat dengan aliran yang cukup deras. Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya sampah yang menyumbat jembatan kecil di sekitar Dam Tretek, tepatnya di dekat Pasar Sapi Kandangan, sisi barat area pasar.
“Penyebabnya jelas curah hujan tinggi, aliran air deras, dan yang lebih penting lagi adanya sumbatan sampah di jembatan kecil di Tretek. Akhirnya air meluber ke jalan raya,” jelas Joko.
Ia menambahkan, air sempat meluap ke badan jalan dan membawa material lumpur. Namun, saat ini kondisi sudah berangsur surut. Lumpur yang menggenangi jalan juga telah dibersihkan oleh petugas pemadam kebakaran.
“Sekarang sudah surut. Lumpur di jalan juga sudah dibersihkan oleh teman-teman Damkar,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait kabar adanya banjir di kawasan Mangli, Joko memastikan bahwa kejadian tersebut bukan banjir, melainkan longsor di area perkebunan. Ia menegaskan, lokasi longsor tersebut berada di kawasan milik perusahaan dan bukan akses permukiman warga.
“Di Mangli itu longsor, tapi kawasan perkebunan. Bukan ranah BPBD. Kami sudah menghubungi pihak PT Mangli dan mereka sanggup melakukan pembersihan material longsor,” ungkapnya.
There is no ads to display, Please add some









