Kediri – Perkembangan olahraga padel di Kota Kediri kian menunjukkan keseriusan. Hal itu ditandai dengan resmi terbentuknya Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Kediri, yang kini dipimpin oleh Sam Sonata Hermawan sebagai ketua.
PBPI Kota Kediri hadir sebagai wadah resmi untuk mengorganisasi dan mengembangkan olahraga padel di daerah, sekaligus menjalankan arahan dari pengurus pusat dan pengurus provinsi Jawa Timur. Pembentukan ini juga menjadi langkah awal untuk mempersiapkan atlet menuju ajang nasional, termasuk peluang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur.
Sam Sonata Hermawan yang juga owner FEDE Padel menyampaikan, ada tiga visi utama yang akan dijalankan PBPI Kota Kediri. Pertama, memperkenalkan padel secara luas kepada masyarakat agar olahraga ini semakin dikenal dan diminati. Kedua, menjadikan padel sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di Kota Kediri, sejalan dengan arahan pemerintah daerah yakni “MAPAN”. Ketiga, membangun sistem pembinaan atlet melalui akademi padel sejak usia dini.

“Yang ketiga untuk atlet kita akan membuat akademi sehingga ke depan ini melahirkan potensi-potensi atlet di cabang warga padel dan bisa mengharumkan nama kota kediri nantinya,” ujarnya Sabtu (18/4).
PBPI Kota Kediri juga tengah menyiapkan akademi padel yang menyasar kelompok usia sejak 6–7 tahun hingga kategori usia 18 tahun. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan atlet potensial yang bisa membawa nama Kediri di tingkat regional maupun nasional.
“Sebagai langkah awal, PBPI Kota Kediri akan menggelar grand opening FEDE Padel pada 1 Mei mendatang, yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus serta turnamen padel. Turnamen ini diperkirakan diikuti sekitar 180 tim dari berbagai daerah seperti Kediri, kota sekitar, hingga Bandung, Solo, dan Bali,” imbuhnya.
Kompetisi akan dibagi dalam beberapa level, mulai dari rookie (khusus pemain ber-KTP Kediri dan sekitarnya), beginner, hingga bronze. Sistem ini diterapkan untuk memberikan ruang bagi pemain pemula hingga yang lebih berpengalaman tanpa membatasi usia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan padel di Kediri, komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) juga ikut ambil bagian. Selain menggelar kegiatan silaturahmi dan touring di Jawa Timur, HDCI turut mendorong sport tourism dengan menjadikan padel sebagai salah satu aktivitas dalam agenda mereka.
Tonny Wahyudi Wakil Ketua HDCI menyampaikan sebanyak 115 riders Harley Davidson dari Kediri Raya dan Surabaya menyempatkan untuk singgah ke FEDE Padel sebelum melanjutkan perjalanan ke JLS Tulungagung.
“Kita memang riding dan family gathering. Biasanya hampir satu tahun, 4-5 kali kita selalu keliling, kita nyambangilah pengcap-pengcap yang ada di Jawa Timur ini salah satunya di Kota Kediri di FEDE Padel,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some









