Kediri – Penutupan total Jembatan Kaliombo membuat warga mencari jalur alternatif untuk beraktivitas. Salah satu yang kini ramai dimanfaatkan masyarakat adalah tambangan penyeberangan di kawasan Ngronggo yang menghubungkan warga menuju wilayah Bandar dan Semen.
Peningkatan jumlah penumpang terjadi dalam beberapa hari terakhir sejak akses Jembatan Kaliombo ditutup. Jika biasanya dalam sekali perjalanan hanya mengangkut sekitar lima penumpang, kini jumlahnya bisa mencapai sepuluh orang.
“Dua hari ini ramai tambangannya. Biasanya sekali naik lima orang, sekarang bisa sampai sepuluh penumpang,” ujar Ali, pengelola tambangan pada Jumat(5/6).
Menurut Ali, lonjakan penumpang paling terasa pada pagi hari saat warga berangkat bekerja dan para pelajar menuju sekolah. Tambangan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB untuk melayani kebutuhan masyarakat yang menyeberangi Sungai Brantas.
“Ramainya biasanya pagi hari, saat anak-anak berangkat sekolah dan orang-orang berangkat kerja. Kami mulai operasional jam lima pagi sampai jam sembilan malam,” katanya.
Salah satu pengguna tambangan, Zainal Arifin, warga Manisrenggo, mengaku terbantu dengan adanya alternatif penyeberangan tersebut. Ia memilih menggunakan tambangan karena dinilai lebih cepat dibanding harus memutar melalui jalur lain.
“Tambangan ini sangat membantu sekali karena jembatannya ditutup total. Banyak yang cari alternatif karena kalau mutar itu jauh. Saya ini mau ke Mojo,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










