Kediri – Pemerintah Kota Kediri menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Ruang Joyoboyo, Selasa (11/8).
Dialog tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi mahasiswa, perguruan silat, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, dialog kebangsaan digelar untuk menjadi ruang diskusi, saling memahami, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap isu yang beredar sebelum memastikan kebenaran data dan faktanya.
“Jangan sampai ada isu, kemudian karena sekarang eranya digitalisasi, banyak sekali isu dimunculkan. Kita tidak mengecek apakah isu itu betul atau tidak, asal percaya saja. Ini yang bisa menimbulkan perpecahan,” ujar Vinanda.
Ia menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dengan hoaks, disinformasi, maupun informasi provokatif yang sengaja dibuat untuk memecah persatuan.
Selain hoaks, Vinanda juga menyoroti potensi intoleransi dan perbedaan di tengah masyarakat. Perbedaan pandangan, latar belakang sosial, maupun kelompok, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
“Dengan adanya perbedaan ini harus menjadi kekuatan kita. Kalau perlu kita saling sharing. Saya yakin kalau kita saling memahami, ini bisa menjadi sebuah kekuatan kita. Kita yakin bahwa perbedaan itu indah karena adanya rasa toleransi,” katanya.
Vinanda juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan membangun Kota Kediri tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan kewaspadaan dini mulai dari lingkungan terkecil, yakni RT dan RW. Persoalan yang muncul di masyarakat diharapkan dapat segera dideteksi dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Jangan sampai menunggu viral dulu baru ditangani. Kita harus tanggap kalau warga kita ada kesulitan di tingkat RT, kita dukung sama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menilai koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama perlu terus diperkuat.
Menurutnya, forum dialog seperti yang digagas Pemkot Kediri penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kita perlu melakukan koordinasi yang rutin dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan termasuk Forkopimda untuk sama-sama meraih tujuan pemerintah, khususnya untuk menjaga Kota Kediri aman, tenteram dan nyaman untuk ditinggali masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, terciptanya situasi aman dan nyaman tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan membangun suasana yang kondusif.
“Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, satu kota khususnya Kota Kediri yang bisa membuat nyaman dan aman itu adalah masyarakatnya sendiri,” katanya.
Kapolres mengajak seluruh masyarakat Kota Kediri untuk bersama-sama menjaga keamanan tanpa membedakan kelompok maupun latar belakang.
“Jadi saya mengajak seluruh masyarakat Kota Kediri, kita sama-sama membangun Kota Kediri dan menjaga sama-sama Kota Kediri aman, nyaman untuk ditinggali oleh seluruh elemen masyarakat, baik dari kelompok manapun,” imbuhnya.
Senada, Pabung Kodim 0809 Kediri Mayor Inf. Ngatari menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menyebut empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Perbedaan pun boleh, yang penting intinya kita tetap bersatu. Jadi kita tetap jaga Kediri bagaimana aman, nyaman dan ini kita wujudkan,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










