Kediri – Rasa grogi dan kurang percaya diri sempat menyelimuti langkah Zuhaili Zahratul Maula Jauhari saat pertama kali mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Timur. Namun siapa sangka, perempuan 20 tahun asal Kota Kediri ini justru mampu menorehkan prestasi dengan meraih Juara Harapan 2 cabang Musabaqah Khottil Quran (MKQ) Naskah Putri.
Zuhaili mengaku, ajang MTQ provinsi merupakan pengalaman pertamanya setelah sebelumnya hanya mengikuti seleksi tingkat kabupaten dan kota. Banyaknya peserta dari seluruh Jawa Timur membuat dirinya sempat merasa minder dan gugup saat lomba berlangsung.
“Ini pertama kali ikut provinsi, jadi sempat grogi karena lawannya dari seluruh Jawa Timur. Takut salah, apalagi menulis ayat Al-Qur’an itu tidak boleh ada satu titik pun yang keliru,” ujarnya Kamis (5/2).
Dalam cabang MKQ Naskah Putri, peserta diminta menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan khat naskhi di atas karton putih atau manila. Penilaian sangat menekankan ketepatan kaidah khat, kerapian tulisan, kelengkapan harakat, serta ketelitian, karena kesalahan sekecil apa pun dapat mengurangi nilai.
Persiapan lomba dilakukan jauh-jauh hari, sekitar dua hingga tiga bulan sebelumnya. Saat lomba, Zuhaili diberi waktu total delapan jam termasuk waktu istirahat. Meski sempat terkendala waktu dan ada beberapa bagian yang belum sempurna, ia tetap bersyukur bisa menyelesaikan karya dengan baik.
Walikota Kediri Vinanda Prameswati, menyampaikan apresiasi atas capaian para peserta. Dari 17 kafilah yang diberangkatkan, empat di antaranya berhasil masuk lima besar dan meraih prestasi.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kafilah, pelatih, ofisial, dan keluarga yang telah mendukung sejak persiapan hingga pelaksanaan. Ini prestasi yang luar biasa,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Kediri memberikan hadiah masing-masing sebesar Rp5 juta kepada para peraih juara. Pada MTQ 2025 ini, Kota Kediri berada di peringkat ke-26 se-Jawa Timur, yang diharapkan menjadi bahan evaluasi dan motivasi menuju MTQ 2027 di Tulungagung.
“Masih ada waktu untuk mempersiapkan bibit-bibit terbaik. Kota santri harus optimistis bisa meraih prestasi lebih tinggi ke depan,” tegasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









