Kediri – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memutuskan membagikan sebagian dari laba yakni sebesar Rp1,54 triliun sebagai deviden. Para pemegang saham akan mendapatkan Rp800 per saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Grand Surya Hotel, Kediri, Selasa (23/6).
Nilai dividen tahun ini meningkat sekitar 60 persen dibandingkan pembagian dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp962,04 miliar atau Rp500 per saham.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan sebagian laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1.539.270.400.000 untuk dibagikan sebagai dividen tunai. Sementara sisa laba akan dicatat sebagai saldo laba untuk memperkuat modal kerja perseroan.
“Dividen yang diterima masing-masing pemegang saham adalah sebesar Rp800 untuk setiap saham yang dimilikinya,” demikian keputusan RUPS yang diumumkan perseroan.
Kenaikan dividen sejalan dengan melonjaknya laba bersih Gudang Garam sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang disahkan dalam RUPS, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,84 triliun, meningkat tajam dibanding laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp981 miliar.
Selain menyetujui penggunaan laba, pemegang saham juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan.
RUPS turut memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Dalam agenda perubahan pengurus, rapat menyetujui pengangkatan Adhi Wibhawa Wonowidjojo sebagai Komisaris Perseroan hingga penutupan RUPS Tahunan tahun 2030.
Susunan Dewan Komisaris tetap dipimpin Juni Setiawati Wonowidjojo sebagai Presiden Komisaris, sementara Direksi dipimpin Susilo Wonowidjojo sebagai Presiden Direktur.
Selain itu, pemegang saham menunjuk kembali Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan sebagai auditor independen untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 serta menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan agar selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Peningkatan laba bersih dan dividen tersebut menjadi sinyal perbaikan kinerja Gudang Garam di tengah tantangan industri hasil tembakau yang masih menghadapi tekanan kenaikan tarif cukai dan perubahan pola konsumsi masyarakat. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










