Kediri – Sekretaris Steering Committee Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, Prof. M. Nuh memastikan seluruh persiapan penutupan acara yang akan digelar di Bangkalan, Madura, pada Senin (22/6), telah dimatangkan. Presiden RI Prabowo Subianto juga dipastikan akan hadir dalam agenda penutupan tersebut.
Prof. M. Nuh, mengatakan kepastian kehadiran Presiden diperoleh setelah koordinasi intensif dengan berbagai pihak hingga menjelang penutupan kegiatan.
“Insyaallah tadi malam sekitar pukul 12 sudah mendapatkan kepastian dan insyaallah Pak Presiden berkenan rawuh, berkenan hadir,” ujar M. Nuh.
Menurutnya, rangkaian kegiatan penutupan akan diawali dengan ziarah ke makam para pendiri NU di kawasan Bangkalan, dilanjutkan istigasah bersama, sebelum acara puncak yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB bersama Presiden Prabowo.
Ia menjelaskan pemilihan Bangkalan sebagai lokasi penutupan bukan sekadar pertimbangan teknis, melainkan juga memiliki nilai historis yang kuat bagi Nahdlatul Ulama. Bangkalan merupakan tempat dimakamkannya salah satu guru utama pendiri NU, yakni KH Muhammad Kholil Bangkalan, yang memiliki peran penting dalam lahirnya organisasi tersebut.
“Ini Munas-Konbes terakhir pada periode ini sekaligus mempersiapkan Muktamar pertama di abad kedua NU. Karena itu kita ingin mengawinkan antara agenda organisasi dengan aspek kesejarahan NU yang tidak bisa dilepaskan dari Bangkalan dan Syaikhona Kholil,” kata M. Nuh.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee Munas-Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf, sebelumnya telah meninjau langsung lokasi penutupan di kawasan STAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi acara, jalur kedatangan Presiden, pengamanan, pelayanan tamu undangan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, dan jajaran pengurus NU se-Madura, panitia juga membahas skema penyambutan Presiden, pengaturan tamu VVIP dan VIP, pengamanan kawasan, serta rekayasa akses menuju lokasi kegiatan.
“Kita ingin memastikan seluruh titik dalam kondisi siap. Mulai lokasi acara, jalur kedatangan Presiden, alur tamu undangan, pengamanan hingga pelayanan kepada peserta harus tersusun dengan baik sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan lancar,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










