BERITA KEDIRI
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
BERITA KEDIRI
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Wacana Larangan Ketua Umum PBNU Rangkap Jabatan Menguat, Akan Diputuskan dalam Muktamar

redaksi by redaksi
Juni 22, 2026
in Peristiwa
0
Wacana Larangan Ketua Umum PBNU Rangkap Jabatan Menguat, Akan Diputuskan dalam Muktamar

Kediri – Forum Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 mengakomodasi usulan pembatasan pejabat eksekutif untuk menduduki jabatan pimpinan tertinggi organisasi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah status menteri yang hingga kini masih memunculkan perbedaan pandangan di kalangan peserta sidang.

Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU 2026, Prof. M. Nuh, menjelaskan bahwa isu tersebut muncul dalam pembahasan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang nantinya akan diputuskan dalam Muktamar NU 2026.

Ia mengatakan tidak terdapat perbedaan pandangan mengenai larangan bagi pejabat yang dipilih melalui mekanisme politik elektoral, seperti presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, wali kota, maupun anggota legislatif.

“Tidak ada perbedaan pandangan mengenai jabatan gubernur, presiden, bupati, wali kota maupun anggota dewan. Itu semua sepakat harus mundur apabila akan memimpin organisasi,” ujarnya usai Sidang Pleno III pada Senin (22/6).

Namun khusus untuk posisi menteri, masih terdapat dua pandangan berbeda. Sebagian peserta menganggap menteri merupakan jabatan politik sehingga tidak seharusnya merangkap jabatan Ketua Umum PBNU. Sementara pihak lain menilai menteri tidak dipilih melalui pemilu sehingga berbeda dengan jabatan politik elektoral.

“Untuk menteri masih ada perdebatan di situ. Oleh karena itu kita akomodasi dua-duanya untuk dipastikan nanti di Muktamar,” kata M. Nuh.

Selain Ketua Umum PBNU, pembahasan juga menyentuh posisi Rais Aam yang menurut sejumlah usulan tidak boleh merangkap jabatan politik maupun jabatan eksekutif tertentu.

Karena menyangkut perubahan AD/ART, seluruh usulan tersebut belum menjadi keputusan final dan akan dibahas lebih lanjut dalam Muktamar NU ke-35.

“Rais Aam juga tidak boleh diusulkan menjadi calon presiden atau wakil presiden atau menteri atau apa,” pungkasnya. kin/mg


There is no ads to display, Please add some
Tags: PBNU
Advertisement Banner
redaksi

redaksi

Search By Date

Recommended

Jumat Berkah, Mbak Vinanda Dan RSTN Borong Nasi Bungkus, Dibagikan ke Warga di TPA Klotok Kediri

Jumat Berkah, Mbak Vinanda Dan RSTN Borong Nasi Bungkus, Dibagikan ke Warga di TPA Klotok Kediri

2 tahun ago
Polres Kediri Beri Penghargaan Personel dan Masyarakat Berprestasi

Polres Kediri Beri Penghargaan Personel dan Masyarakat Berprestasi

1 bulan ago

Don't Miss

OJK Kediri dan Pemkot Kediri Ajak 1.147 Anak Kenal Budaya Menabung Sejak Dini

OJK Kediri dan Pemkot Kediri Ajak 1.147 Anak Kenal Budaya Menabung Sejak Dini

Agustus 12, 2026
Kwarcab Pramuka Kota Kediri Gelar Donor Darah Sambut Hari Pramuka

Kwarcab Pramuka Kota Kediri Gelar Donor Darah Sambut Hari Pramuka

Agustus 12, 2026
Sekolah Remaja Putri “Shine Beyond Limits”, Mbak Wali Dorong Remaja Kota Kediri Berani Kenali Potensi dan Tak Takut Gagal

Sekolah Remaja Putri “Shine Beyond Limits”, Mbak Wali Dorong Remaja Kota Kediri Berani Kenali Potensi dan Tak Takut Gagal

Agustus 12, 2026
Crayon Eco Kids, Tanamkan Peduli Lingkungan dan Gemar Menabung Sejak Dini

Crayon Eco Kids, Tanamkan Peduli Lingkungan dan Gemar Menabung Sejak Dini

Agustus 12, 2026

BERITA KEDIRI

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.

© www.beritakediri.com - Referensi Kediri Raya

BeritaKediri.com

  • BERITA KEDIRI – Referensi Kediri Raya
  • Indeks
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
BERITA KEDIRI

No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.