Kediri – Mengenakan kostum khas Wiro Sableng, seorang peserta asal Sidoarjo tampak penuh semangat mengikuti kegiatan Napak Tilas Panglima Besar Jenderal Sudirman (PB Sudirman) rute Kediri–Bajulan pada Sabtu (20/12). Dengan ekspresi optimistis, ia menyatakan keyakinannya mampu menyelesaikan perjalanan hingga garis finish.
Peserta tersebut mengaku kerap mengikuti berbagai kegiatan jalan sehat dan napak tilas di sejumlah daerah. Namun, keikutsertaannya dalam napak tilas Jalan Juang Jenderal Sudirman di Kediri menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan.
“Saya sering ikut jalan, seperti rute Mojokerto–Surabaya yang biasa saya ikuti. Tapi ini pertama kalinya saya ikut napak tilas di Kediri. Saya sangat antusias dan optimistis bisa sampai finish, bahkan berharap bisa menang,” ujarnya.
Kegiatan napak tilas ini dimulai dari Balai Kota Kediri dan berakhir di wilayah Bajulan, Kabupaten Nganjuk. Selain menjadi ajang olahraga dan kebersamaan, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya mengenang perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman serta menumbuhkan semangat nasionalisme.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas ini merupakan aspirasi masyarakat yang sebelumnya sempat terhenti karena Covid-19 dan kini kembali dihidupkan.
“Agenda hari ini adalah kegiatan napak tilas Panglima Jenderal Sudirman. Ini merupakan aspirasi dari masyarakat. Dulu pernah diadakan, kemudian vakum, dan tahun ini kita laksanakan kembali,” ujar Vinanda.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Jumlah pesertanya pun mencapai ribuan. Menurut Vinanda, kegiatan napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momen refleksi bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menanamkan nilai kebangsaan.
“Ini adalah momen bersama untuk mengingat perjuangan dan sebagai bentuk penghormatan kepada Jenderal Sudirman. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan rasa cinta tanah air, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat juang, khususnya bagi generasi muda,” tambahnya.
Selain nilai sejarah dan nasionalisme, kegiatan ini juga mengusung semangat menjaga kelestarian alam sepanjang jalur perjuangan Kediri–Bajulan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Kediri yang berkelanjutan.
Sementara itu, Bambang Priyambodo menegaskan bahwa napak tilas Jalan Juang Jenderal Sudirman memiliki makna strategis dalam menjaga memori kolektif bangsa, sekaligus memperkuat identitas Kediri sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai sejarah, persatuan, dan kepedulian lingkungan.
“Jumlah peserta mencapai 1900 an mulai dari Nganjuk, Sidoarjo, Trenggalek kawasan mataraman lah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap semangat perjuangan Jenderal Sudirman terus hidup dan menjadi inspirasi dalam melangkah bersama menuju Kota Kediri yang mapan, berdaya saing, dan berkarakter.kin mg










