Kediri – Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Agama Kota Kediri memastikan proses belajar mengajar di MTsN 1 Kota Kediri tetap berjalan normal meski terjadi kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruangan pada Jumat (12/6) petang.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, mengimbau para wali murid agar tidak panik karena kondisi kebakaran telah berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.
“Untuk wali murid tetap tenang. Alhamdulillah saat ini kondisi api sudah bisa terkendali. Insya Allah proses belajar mengajar tidak terganggu dengan adanya kejadian ini,” ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran.
Pria yang akrab disapa Gus Qowim itu menegaskan Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Agama akan berupaya maksimal agar seluruh aktivitas pendidikan di madrasah tersebut tetap berjalan dengan baik.
“Kami dari pemerintah dan Kementerian Agama akan maksimal agar proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Gus Qowim juga memastikan kejadian kebakaran tidak akan mengganggu proses penerimaan peserta didik baru yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, A. Zamroni, menjelaskan kebakaran terjadi menjelang waktu Magrib, saat seluruh kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler telah selesai dilaksanakan.
“Penyebab kebakaran masih kami telusuri. Saat ini kondisi api sudah terkendali dan hanya tersisa beberapa titik kecil yang masih dalam proses pembasahan,” jelasnya.
Menurut Zamroni, ruangan yang terdampak kebakaran meliputi ruang Tata Usaha (TU), ruang Kepala Madrasah, serta bangunan bekas musala yang sudah tidak lagi difungsikan karena madrasah telah memiliki musala baru.
Meski demikian, ia memastikan kebakaran tidak berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar karena ruang kelas, ruang guru, dan fasilitas pembelajaran lainnya tetap dalam kondisi aman.
“Proses pembelajaran tidak terganggu karena ruang belajar masih ada dan bisa digunakan sebagaimana mestinya,” katanya.
Pihak madrasah saat ini juga tengah melakukan inventarisasi dokumen yang berada di area terdampak. Salah satu dokumen penting yang menjadi perhatian adalah buku induk siswa yang berisi data alumni dan nilai peserta didik.
“Buku induk itu rohnya madrasah. Alhamdulillah berdasarkan laporan kepala madrasah, buku induk disimpan dalam etalase berbahan kaca dan aluminium. Kami berharap dokumen tersebut tetap aman,” ungkap Zamroni.
Ia menambahkan, sejak beberapa tahun terakhir sebagian besar data administrasi madrasah telah didigitalisasi sehingga memiliki cadangan data elektronik apabila terjadi kerusakan pada dokumen fisik.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Wali Kota Kediri hadir didampingi jajaran Kementerian Agama Kota Kediri serta pengurus komite madrasah untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan optimal.
“Satu, kehadiran beliau bagian dari Komite, tapi juga bagian dari kepedulian dari pemerintah kota terkait dengan kondisi yang ada di Madrasah,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









