Kediri – Perkembangan teknologi digital menghadirkan kemudahan dalam berbagai aktivitas keuangan, mulai dari bertransaksi, berbelanja hingga berinvestasi. Namun di balik kemudahan tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman penipuan digital yang semakin beragam dan canggih. Karena itu, literasi keuangan dan keamanan digital dinilai menjadi bekal penting, terutama bagi perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga.
Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow “Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital” yang digelar Bank Indonesia Kediri sebagai bagian dari Karya Kreatif Mataraman (KKM) dan DIGIMAFest 2026 yang tahun ini mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi yang Berkelanjutan.” Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kediri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ShopeePay, dan OVO, Minggu, (28/06/2026).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Saryo, mengatakan transformasi digital telah memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Meski demikian, pengguna layanan digital harus tetap memahami risiko yang menyertainya. Menurut Saryo, masyarakat tidak bisa menghindari perkembangan teknologi. Justru sebaliknya, masyarakat harus mampu beradaptasi dengan tetap memiliki kemampuan melindungi diri dari berbagai modus kejahatan digital yang terus berkembang.
Ia menilai perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan finansial keluarga. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, keamanan transaksi digital, hingga kemampuan mengenali modus penipuan akan berdampak langsung terhadap perlindungan seluruh anggota keluarga.
“Memahami cara mengelola keuangan dengan baik, memahami resiko transaksi di era digital dan mampu mengenali berbagai modus kejahatan digital, maka ini akan bermanfaat bagi ibu-ibu untuk bisa melindungi keluarga kita, termasuk anak-anak,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan kemajuan teknologi telah mengubah pola kehidupan masyarakat secara signifikan. Berbagai aktivitas kini dapat dilakukan secara digital, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan berupa meningkatnya kasus investasi ilegal maupun penipuan berbasis digital.
Ia menyebut perempuan memiliki peran penting sebagai pengelola keuangan rumah tangga sekaligus pendidik pertama bagi anak-anak dalam membangun kebiasaan menggunakan uang secara bijak. “Dengan pengetahuan keuangan yang baik, pehamanan keamanan digital, kita dapat menjadi lebih mudah dan lebih siap untuk membuat keputusan yang lebih bijak dan lebih penting. Saya berharap masyarakat bisa meresapi ilmu yang diberikan dan dibagikan kepada seluruh anggota semua di organisasi masing-masing,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Asisten Direktur Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, Keuangan Daerah dan Manajemen Strategis OJK Kediri Dyah Purnamasari mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan layanan pinjaman online yang telah berizin. Salah satu ciri pinjaman online legal adalah hanya meminta akses terhadap tiga fitur telepon seluler, yakni camera, microphone, dan location atau yang dikenal dengan istilah CAMILAN.
Apabila aplikasi meminta akses ke kontak maupun galeri foto, masyarakat diminta segera berhati-hati karena dapat menjadi indikasi pinjaman ilegal. OJK juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memutuskan berinvestasi.
“Seandainay sudah terlanjur, ada permasalahan di sektor jasar keuangan atau kemudian kena investasi ilegal di OJK ada portal aplikasi perlindungan konsumen atau APPK. Ibu-ibu bisa menyampaikan pengaduan ke kami secara online. Selain ke APPK, ibu-ibu juga bisa menghubungi kontak center Pengaduan OJK di 157,” tambahnya.
Sedangkan Head of Compliance and Goverment Relations ShoopePay Tiara Maharanie mengingatkan masyarakat agar tidak pernah membagikan PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada siapa pun. Selain itu, masyarakat diminta selalu memastikan informasi yang diterima benar-benar berasal dari pihak resmi sebelum melakukan pembayaran ataupun mengklik tautan tertentu.
Masyarakat juga diminta menjaga kerahasiaan data pribadi yang terdapat pada label paket belanja daring dengan menghancurkan atau menutup informasi tersebut sebelum dibuang. Cara sederhana itu dinilai dapat mencegah penyalahgunaan data oleh pelaku kejahatan.
“Jangan sampai di-share informasi seperti PIN, password, ataupun hotkey-nya. Kemudian juga selalu gunakan aplikasi yang resmi, jadi bisa dicek kapanpun, dimanapun melalui website Bank Indonesia dan OJK apakah aplikasi ini sebenarnya punya izin atau enggak,’ Jelasnya.
Public Policy Asisstant Manager OVO Ihsan Karima menambahkan bahwa modus penipuan kini berkembang seiring kemajuan teknologi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui teknik deepfake untuk memalsukan identitas saat proses verifikasi.
Meski demikian, industri sistem pembayaran terus memperbarui sistem deteksi penipuan sesuai arahan Bank Indonesia agar mampu mengantisipasi berbagai modus kejahatan yang terus berkembang. “Kami sebagai industri sistem pembayaran juga mengikuti arahan Bank Indonesia, untuk selalu memperbaharui deteksi penipuan atau deteksi fraud,” pungkasnya.mg
There is no ads to display, Please add some









