Kediri – Mengisi masa liburan Ramadan dengan kegiatan bernilai ibadah dan intelektual, Pondok Pesantren Lirboyo menggelar program Ngaji Kilat Ramadan. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan pesantren yang diikuti santri internal maupun eksternal dengan antusiasme tinggi.
Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Abdul Muid Shohib, menyampaikan bahwa ngaji kilat merupakan dawuh para masyayikh agar santri tetap produktif selama Ramadan. Program ini tidak hanya bertujuan memperdalam kajian kitab kuning, tetapi juga menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren di bulan penuh keberkahan.
“Ngaji kilat ini menjadi ruang intensif bagi santri untuk memperdalam pemahaman kitab, sekaligus membiasakan diri mengisi waktu dengan aktivitas ibadah dan intelektual,” ujarnya, Rabu (25/2).
Sejak pertama kali rutin dilaksanakan, program ini terus menunjukkan perkembangan positif. Dari tahun ke tahun jumlah peserta meningkat, menandakan tingginya minat santri terhadap penguatan keilmuan selama Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah kitab klasik dikaji, antara lain Sahih Muslim, Ta’lim al-Muta’allim, dan Dalail al-Khayrat, serta kitab-kitab lain sesuai arahan para pengampu. Pengajian diasuh langsung oleh para masyayikh, dzuriyyah, dan ustadz, sehingga santri tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga keteladanan.
Sistem pembagian waktu disusun terstruktur dan tidak jauh berbeda dengan jadwal hari aktif pesantren. Dengan ritme yang sudah terbiasa, kegiatan ngaji kilat berjalan efektif meski berlangsung secara intensif.
Menurut pengasuh, dampak program ini dirasakan langsung oleh santri, baik dari sisi keilmuan maupun spiritual. Intensitas pengajian di bulan Ramadan dinilai mampu meningkatkan fokus, kedisiplinan, serta kedekatan santri dengan nilai-nilai ibadah.
“Ramadan menjadi momentum pembelajaran karakter, seperti keikhlasan, istiqamah, dan kesabaran, bukan sekadar peningkatan akademik,” tambahnya.
Usai program ngaji kilat, para masyayikh berharap semangat mengaji tetap terjaga sepanjang tahun. Harapan ini sejalan dengan dawuh pendiri Ponpes Lirboyo, KH Abdul Karim, agar santri senantiasa mengaji di mana pun dan kapan pun berada. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









