Sejumlah Kiai Sepuh Bertemu di Ponpes Lirboyo Jelang Muktamar NU

Kediri – Sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (26/8). Pertemuan yang dipimpin mantan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin itu berlangsung sekitar dua jam dan membahas dinamika menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal terkait pelaksanaan muktamar, terutama pentingnya menjaga marwah organisasi serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai nilai-nilai akhlak dan demokrasi. Sejumlah kiai yang hadir di antaranya KH Athoillah Sholahuddin, KH Muadz Thohir dari Kajen, Pati, KH Abdullah Ubab Maimoen dari Sarang, Rembang, KH M Anwar Manshur dari…

Read More

Lokasi Muktamar Belum Ditentukan, Bakal Diputuskan Bersama Para Mustasyar

Kediri – Lokasi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini belum ditetapkan. Meski banyak usulan yang masuk, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengungkapkan penentuan akan dilakukan bersama para kiai sepuh dan mustasyar sesuai arahan para kiai sepuh dalam sejumlah pertemuan sebelumnya. “Belum ada keputusan. Saat ini masih sebatas usulan dari berbagai pihak. Nanti akan diputuskan bersama-sama dengan para kiai sepuh dan mustasyar,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (14/4). Salah satu lokasi yang sejak awal diusulkan adalah Pondok Pesantren Lirboyo, sementara itu sejumlah pondok pesantren lain juga turut mengusulkan diri sebagai…

Read More

Business Matching, Pertemukan UMKM Binaan PBNU dengan Pengelola Program MBG

Kediri – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memperkuat ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri pada Selasa (14/4). Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda business matching yang difasilitasi PBNU untuk membangun rantai pasok berbasis pesantren. Sekretaris Rabithah Ma’ahid Islamiyah sekaligus Ketua Harian Tim Koordinasi dan Akselerasi Program MBG PBNU, H. Ulun Nuha, mengatakan forum ini secara khusus mempertemukan UMKM binaan LPPNU PBNU dan PWNU Jawa Timur dengan ekosistem SPPG.…

Read More

PBNU Resmikan 27 SPPG, Perkuat Ekosistem Pondok Pesantren

Kediri – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan meresmikan 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar beberapa wilayah di Indonesia. Peresmian ini menambah capaian nasional, setelah sebelumnya 36 SPPG di Nusa Tenggara Barat dan 69 SPPG di Batang juga telah dioperasikan. Peresmian digelar di Pondok Pesantren Lirboyo pada Selasa (14/4). Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah SPPG yang telah berjalan mencapai lebih dari 250 unit di berbagai daerah. Ia menegaskan, keberadaan SPPG…

Read More

BI Rekomendasikan Strategi “Economic Crowd” untuk Kota Kediri

Kediri – Kinerja ekonomi wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Kediri pada 2025 tercatat tumbuh 4,31 persen (year on year/yoy), melambat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,39 persen (yoy). Meski melambat, kondisi ekonomi dinilai tetap kuat dengan sejumlah sektor penopang utama. Dalam paparan BI, pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah kerja tercatat di Pacitan, sementara Kota Kediri menjadi daerah dengan pertumbuhan terendah. Secara struktur, ekonomi Kediri masih ditopang sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, seiring meningkatnya aktivitas restoran, kafe, dan usaha kuliner. Namun demikian, capaian pertumbuhan tersebut masih berada di bawah tingkat…

Read More

Bangunan Lama Terawat Baik, Napak Tilas Perjuangan Para Masyayikh Perintis Ponpes Lirboyo

Kediri – Pondok Pesantren Lirboyo terus berkomitmen melestarikan sejumlah bangunan lama yang menjadi saksi awal perjalanan pesantren. Pelestarian ini dilakukan bukan semata menjaga fisik bangunan, tetapi lebih pada merawat nilai historis, edukatif, dan spiritual yang terkandung di dalamnya. Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Abdul Muid Shohib, menegaskan bahwa bangunan-bangunan lama memiliki makna penting dalam proses pendidikan santri. Menurutnya, keberadaan bangunan tua merupakan napak tilas perjuangan para masyayikh dalam merintis pesantren dengan penuh kesederhanaan dan keikhlasan. “Bangunan lama ini bukan sekadar peninggalan fisik, tetapi menjadi saksi sejarah perjuangan para pendahulu. Dari sinilah…

Read More