Kediri – Pertandingan Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta dipastikan tidak digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Laga tersebut akhirnya dipindahkan ke Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, dengan kickoff pukul 15.30 WIB dan tanpa penonton.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi pertandingan dilakukan karena Polres Kediri Kota tidak memberikan izin. Penolakan izin tersebut tidak terlepas dari catatan sejarah bentrokan suporter kedua tim pada tahun 2019, yang hingga kini masih menjadi pertimbangan serius pihak kepolisian.
“Polres Kediri Kota tidak mengeluarkan izin pertandingan Persik melawan PSIM Yogyakarta karena pertimbangan keamanan, mengingat adanya tragedi bentrok suporter di masa lalu,” ujar Tri Widodo pada Rabu (11/2).
Pihak Panpel sebenarnya telah mengajukan solusi dengan menggelar pertandingan tanpa penonton. Namun, meski sudah diajukan opsi tersebut, izin tetap tidak diberikan. Karena waktu yang semakin mepet, Panpel akhirnya memutuskan memindahkan pertandingan ke Gresik.
Tri Widodo menegaskan bahwa pertandingan pada 13 Februari tersebut benar-benar tanpa penonton, baik suporter tuan rumah maupun tamu.
“Kami mohon dipahami oleh rekan-rekan Persikmania, pertandingan ini digelar tanpa penonton sama sekali. Baik suporter Persik maupun PSIM tidak diperkenankan hadir di stadion,” tegasnya.
Sepanjang musim ini, Persik Kediri telah menjalani beberapa laga berisiko tinggi, termasuk menghadapi Madura FC, Persebaya Surabaya, Arema dan PSIM Yogyakarta, yang semuanya mendapat perhatian khusus dari pihak kepolisian dan tidak mendapatkan izin. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









