Kediri — Kabar membanggakan datang dari atlet paralimpik Kota Kediri. Kontingen Kota Kediri berhasil meraih juara umum dalam ajang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang digelar di Surabaya.
Kabid Olahraga Disbudparpora Kota Kediri, Hendry Nugroho, mengatakan prestasi tersebut diraih setelah 10 atlet yang dikirim Kota Kediri mampu membawa pulang sembilan medali emas. Seluruh medali tersebut berasal dari cabang olahraga atletik.
“Alhamdulillah kita memperoleh juara umum di NPCI yang ada di Surabaya ini. Kita mengirimkan 10 atlet, dan bisa menjadi juara umum dengan sembilan emas,” kata Hendry, Senin (21/9).
Ia menjelaskan, NPCI tersebut diikuti atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur yang masuk dalam kategori NPC. Kota Kediri sendiri hanya mengirimkan atlet dari cabang atletik.
Menurutnya, para atlet yang berlaga mayoritas masih berusia muda, yakni sekitar 21 hingga 22 tahun ke bawah. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal positif untuk pembinaan atlet paralimpik Kota Kediri ke depan.
“Usianya rata-rata masih di bawah 21-22 tahun. Ini menjadi pembinaan,” ujarnya.
Hendry menyebut atlet yang dikirim memiliki beragam kategori disabilitas, termasuk tuna daksa pada bagian tangan maupun kaki. Meski demikian, proses penjaringan atlet disabilitas dilakukan secara terbuka seperti penjaringan atlet pada umumnya.
“Disabilitasnya macam-macam. Penjaringannya sama seperti atlet-atlet normal lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan atlet paralimpik di Kota Kediri dilakukan melalui organisasi olahraga yang menaungi atlet disabilitas, termasuk NPC, dengan dukungan pembinaan KONI Kota Kediri.
Dalam klasemen akhir, Kota Kediri menjadi juara umum setelah mengoleksi sembilan emas. Posisi kedua ditempati Kabupaten Sidoarjo dengan selisih hanya satu medali emas.
Hendry menilai hasil tersebut menunjukkan potensi positif atlet paralimpik Kota Kediri. Namun, untuk saat ini pihaknya masih memfokuskan pengiriman atlet pada cabang olahraga atletik sesuai dengan kesiapan atlet yang dimiliki.
“Selama ini beberapa tahun terakhir memang ada. Tapi untuk saat ini kita hanya memberangkatkan karena kesiapan hanya atletik,” pungkasnya.kin/mg
