Kediri – Sebanyak 36 anggota Kontingen Gerakan Pramuka Kota Kediri resmi dilepas Wali Kota Kediri sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Vinanda Prameswati, untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII di Jawa Barat, Jumat (7/8).
Dari jumlah tersebut, enam peserta merupakan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK), sehingga Kota Kediri menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengirimkan kontingen PBK pada ajang kepramukaan tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Vinanda menyampaikan bahwa menjadi peserta Jambore Nasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan karena tidak semua anggota Pramuka memiliki kesempatan yang sama. Seluruh peserta juga telah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat.
“Adik-adik perlu diketahui bahwa untuk menjadi bagian atau peserta Jambore Nasional ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan. Tidak semua anak bisa mengikuti Jambore Nasional. Proses seleksinya juga cukup panjang dan ketat. Saya mendapat informasi ada 36 anak dari Kota Kediri yang nantinya akan mengikuti Jambore Nasional di Jawa Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, AKBP Edy Herwiyanto, mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan selama mengikuti Jambore Nasional untuk menambah ilmu, memperluas wawasan, serta membangun persahabatan dengan peserta dari seluruh Indonesia.
“Manfaatkan di sana untuk menimba ilmu. Manfaatkan juga kesempatan berkenalan dengan seluruh kontingen yang tergabung di Jambore Nasional, sehingga nantinya akan bermanfaat bagi adik-adik di masa depan,” pesannya.
Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan kontingen Kota Kediri terdiri atas 32 peserta reguler dan enam peserta PBK, dengan didampingi delapan pendamping. Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan dari Kwartir Daerah Jawa Timur dan dijadwalkan berangkat pada 10 Agustus. Adapun Jambore Nasional XII akan berlangsung pada 13–21 Agustus 2026 di Jawa Barat.
Menurut Adi, Jambore Nasional bukan merupakan ajang perlombaan, melainkan wadah silaturahmi anggota Pramuka dari seluruh Indonesia. Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas, seperti unjuk kreativitas, pentas seni, serta menampilkan potensi dan kekhasan daerah masing-masing melalui stan kontingen.
Khusus peserta PBK, Kwarcab Kota Kediri memberikan pembinaan lebih intensif. Seleksi dilakukan dari 18 calon peserta hingga terpilih enam peserta terbaik. Mereka juga mendapatkan pembekalan internal serta mengikuti city tour ke sejumlah lokasi, seperti media, radio, sentra batik, dan tempat kuliner sebagai bagian dari persiapan menuju Jambore Nasional.
Adi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya sehingga sepulang dari Jambore Nasional mampu membawa pengalaman baru dan membagikannya kepada anggota Pramuka lainnya di Kota Kediri.
“Ini benar-benar anak-anak hebat yang berangkat ke Jamnas. Harapannya mereka mendapatkan banyak teman baru dan pengalaman baru, lalu ketika kembali ke Kota Kediri bisa menularkan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Jambore Nasional,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










