Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan kosong di lingkungan perkantoran. Langkah tersebut ditegaskan melalui Surat Edaran Wali Kota Kediri Nomor 500.1/787/419.102/2026 tentang Gerakan Ketahanan Pangan dan Gizi.
Dalam surat edaran tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengimbau seluruh perangkat daerah, unit kerja, camat, lurah, hingga BUMD untuk memanfaatkan lahan di sekitar kantor guna budidaya tanaman sayuran, hortikultura, hingga protein hewani seperti ikan lele, ikan nila, dan ayam petelur.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri Roni Yusianto mengatakan pemanfaatan lahan kosong sekecil apapun dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Kurang lebih bahwa kita ini harus memanfaatkan semaksimal mungkin ruang-ruang kosong yang bisa dijadikan tempat untuk memproduksi sesuatu yang bisa membantu ketahanan pangan kita. Entah itu satu kali dua meter atau berapapun ruang kosong itu bisa dimanfaatkan untuk penanaman pangan seperti sayur-mayur,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif.
“Harapannya setidak-tidaknya bisa memenuhi sebagian kebutuhan bahan pangan keluarga. Kalau masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong untuk sesuatu yang berkembang tentu jauh lebih baik,” katanya.
Roni menambahkan, jenis tanaman yang dibudidayakan cukup beragam dan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Mulai dari cabai, tomat, terong hingga tanaman buah dan tanaman rambat.
Ia juga memastikan Diskominfo Kota Kediri akan segera menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan memanfaatkan area kosong di lingkungan kantor.
“Di belakang kantor masih ada lahan yang sebelumnya ditumbuhi rumput liar. Dengan adanya instruksi dari Mbak Wali ini akan segera kami tindak lanjuti,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Indun Munawaroh menyebut pihaknya sebenarnya telah lebih dulu menjalankan program serupa sejak awal 2026.
“DLHKP sudah lama memulai ini sejak awal 2026. Tanaman cabai, tomat, dan terong sangat bermanfaat untuk kami ini sudah mau habis dan mau tanam lagi,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










