Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri melakukan langkah antisipatif menghadapi kegiatan pladu atau flushing Sungai Brantas yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei hingga 23 Mei.
Upaya kesiapsiagaan tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama Perum Jasa Tirta I terkait pelaksanaan flushing dan potensi peningkatan debit aliran sungai selama kegiatan berlangsung.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Brantas.
“BPBD Kota Kediri melakukan koordinasi bersama Perum Jasa Tirta I sebagai langkah antisipasi menghadapi kegiatan pladu Sungai Brantas. Kami juga memberikan himbauan kepada pengelola dan petugas tambangan agar meningkatkan kewaspadaan saat debit air meningkat,” ujarnya Senin (18/5).
Selain koordinasi, BPBD Kota Kediri juga mendatangi tiga titik tambangan di wilayah Kota Kediri untuk memberikan sosialisasi dan himbauan keselamatan kepada para petugas penyeberangan sungai.
Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kota Kediri turut menyerahkan pelampung kepada petugas tambangan sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan di Sungai Brantas.
Joko Arianto menambahkan, masyarakat diimbau tetap waspada dan mematuhi arahan petugas selama proses flushing berlangsung.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mengikuti himbauan petugas demi menjaga kondisi tetap aman,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










