Kediri – Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri menggelar ritual sembahyang Songsen yang dilaksanakan setiap tanggal 24 bulan 12 penanggalan Imlek. Ritual ini menjadi rangkaian penting menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Ketua Yayasan Tri Dharma Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Prayitno Sutikno, menjelaskan bahwa Songsen merupakan upacara sembahyang untuk mengantarkan Dewa-Dewi naik ke langit.
“Ritual Songsen ini bermakna mengantarkan Dewa-Dewi naik ke langit untuk melaporkan segala perbuatan dan perilaku manusia selama satu tahun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelas Prayitno Sutikno.
Setelah ritual Songsen, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan altar dan rupang Dewa-Dewi. Menurut Prayitno, pembersihan ini hanya dilakukan satu kali dalam setahun dan memiliki aturan khusus.
“Sebelum membersihkan altar, umat diwajibkan berpuasa dan menjaga perilaku minimal selama tiga hari. Tujuannya untuk melatih pengendalian diri agar proses pembersihan berjalan dengan baik dan khidmat,” ujarnya.
Di Klenteng Tjoe Hwie Kiong sendiri terdapat 17 altar, dengan altar utama yaitu Mazu atau Tian Shang Sheng Mu yang dikenal sebagai Dewi Samudera. Total rupang yang dibersihkan mencapai sekitar 100 buah.
Prayitno menjelaskan, proses pembersihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pendokumentasian posisi altar, pencucian jubah rupang, hingga pembersihan patung menggunakan air sabun dan air kembang.
“Setelah semuanya dibersihkan, altar dan rupang dikembalikan ke posisi semula. Tahap terakhir adalah memastikan apakah penataannya sudah diperkenankan, jika belum maka akan disesuaikan kembali,” tambahnya.
Rangkaian pembersihan altar biasanya dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan selesai pada malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Ritual ini menjadi simbol penyucian diri dan tempat ibadah dalam menyambut tahun baru dengan harapan yang lebih baik. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









