Kediri – Sebanyak 1.147 peserta mengikuti kirab bendera raksasa Merah Putih dari Balai Kota Kediri menuju Gunung Klotok, Sabtu (15/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi antusiasme para pemuda yang mengikuti kirab bendera tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan sekaligus menjaga semangat kemerdekaan.
“Ketika kita melihat bendera Merah Putih, kita mengingat bahwa kita diberi nikmat kemerdekaan yang harus terus kita jaga,” kata Vinanda.
Ia berpesan kepada generasi muda Kota Kediri untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Di antaranya dengan terus belajar, berkarya, berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti berkarya, berinovasi serta memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat Kota Kediri,” pesannya.
Vinanda berharap kirab bendera raksasa tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat generasi muda untuk ikut membangun Kota Kediri.
Kirab diawali dari Balai Kota Kediri. Bendera raksasa berukuran sekitar 40 x 60 meter tersebut selanjutnya dibawa menuju kawasan Gunung Klotok untuk dikibarkan oleh Ikapala.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priyambodo mengatakan, sebanyak 1.147 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, TNI-Polri, Pramuka, KNPI, KONI, KORMI, pondok pesantren hingga komunitas pecinta alam.
“Pesertanya kita ada 1.147, dari pelajar, mahasiswa, organisasi pemuda, TNI-Polri, pondok, kemudian dari pecinta alam,” kata Bambang.
Para peserta mengenakan pakaian Nusantara maupun pakaian bernuansa merah putih. Menurut Bambang, keterlibatan ribuan peserta menjadi bentuk semangat patriotisme generasi muda dalam memperingati kemerdekaan.
“Ini adalah perbuatan kita yang paling kecil dalam rangka pengabdian kita terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.
Bambang menyebut kegiatan kirab dan pengibaran bendera raksasa tersebut telah menjadi agenda tahunan dan telah berlangsung sekitar 15 tahun.
Bendera raksasa tersebut nantinya dibentangkan di Gunung Klotok hingga akhir Agustus 2026, dengan pelaksanaan di lapangan tetap menyesuaikan kondisi.
“Ini sudah hampir lima belas tahun, setiap tahun dilaksanakan. Ini juga menjadi contoh di beberapa kota lain,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










