Kediri – Proyek revitalisasi Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang sempat mengalami perpanjangan waktu selama dua minggu akhirnya dipastikan rampung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Endang Kartikasari, memastikan seluruh pekerjaan utama telah selesai dan saat ini tinggal tahap pembersihan akhir.
Endang menjelaskan, proyek yang seharusnya selesai pada 16 Desember 2025 itu membutuhkan tambahan waktu untuk menyempurnakan sejumlah pekerjaan detail. Namun, pada hari ini seluruh rangkaian pekerjaan telah tuntas.
“Untuk hari ini semua pekerjaan sudah selesai, tinggal finishing dan pembersihan saja,” kata Endang, Selasa (29/12).
Ia merinci, pekerjaan ukiran akrilik, pemasangan lampu, hingga sirap telah rampung seluruhnya. Selain itu, pembongkaran scaffolding di median jembatan juga sudah dilakukan.
“Scaffolding yang di median sudah dibongkar semua. Tadi malam yang sebelah timur juga sudah selesai, dan hari ini tinggal membongkar scaffolding yang di sisi pilar barat,” jelasnya.
Meski belum dijadwalkan peresmian secara resmi, Endang menegaskan revitalisasi Jembatan Brawijaya kini menampilkan wajah baru yang lebih istimewa dibandingkan sebelumnya. Salah satu perbedaan mencolok terletak pada pemilihan warna keemasan yang digunakan pada elemen jembatan.
“Warnanya keemasan, bukan kuning. Ini melambangkan bahwa Kediri pada masa lalu pernah mencapai zaman kejayaan, dan diharapkan sekarang serta ke depan juga bisa kembali mencapai masa keemasan, menyambut Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dengan rampungnya proyek revitalisasi ini, Jembatan Brawijaya diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung lalu lintas, tetapi juga menjadi ikon estetika baru Kota Kediri yang sarat nilai sejarah dan filosofi.kin/mg
There is no ads to display, Please add some








