Kediri – Suasana kampus UNP Kediri sejak 26 Januari 2026 terasa berbeda. Puluhan pelatih sepakbola dari berbagai daerah tampak bersemangat mengikuti kursus pelatih lisensi D yang digelar hingga 31 Januari. Sekitar 30 peserta hadir, mulai dari pelatih muda yang baru menapaki dunia kepelatihan hingga mereka yang sudah berpengalaman.
Kegiatan ini menjadi magnet bagi para pelatih, bukan hanya dari Kediri, tetapi juga dari luar daerah seperti Kalimantan Timur, Pasuruan, Gresik, dan Trenggalek. Mereka berkumpul untuk menimba ilmu, memperdalam teknik, sekaligus memperkuat jaringan sesama pelatih.
Selain materi kelas, para peserta juga langsung praktik di lapangan. Head Coach Educator Bambang Nurdiansyah menjelaskan bahwa materi kursus sesuai dengan Filanesia (Filosofi Sepakbola Indonesia).
“Teknik dasar dan small set game. Jadi mereka mengimplementasikan teknik-teknik dasar yang kita ajarkan dalam permainan kecil. Tidak mungkin mereka bisa main kalau belum punya teknik. Jadi teknik harus diimplementasikan di small set game,” jelasnya, Kamis, (29/01/2026).
Kegiatan ini juga menghadirkan pelatih fisik Timnas U17 dan senior Sofie Imam Faizal, serta Agus Yuwono sebagai asisten Educator. Sofie berharap kursus ini bisa meningkatkan kualitas SDM pelatih di Kediri Raya.
“SDM di bidang pembinaan sepak bola di area Kediri bisa meningkat karena keilmuan dari sepak bola pasti mengalami suatu perubahan. Harapan setelah dari sini, teman-teman pelatih bisa mengaplikasikan di dalam pembinaan sepak bola usia grassroots dan youth,”ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung berkat kolaborasi UNP Kediri dengan Askot Kota Kediri, PSSI, dan KONI Kota Kediri ini menjadi langkah awal penting bagi para pelatih. Seperti yang ditegaskan pelatih senior Jaya Hartono. Ia menegaskan lisensi D hanyalah permulaan dari perjalanan panjang menuju lisensi yang lebih tinggi.
Jaya Hartono juga menekankan pentingnya terus belajar agar bisa menularkan ilmu kepada pemain binaan. “Harus berbekal ilmu, ilmu di kursus ini itu. Mereka harus banyak menimba ilmu yang nantinya akan disampaikan kepada pemain. Ilmu itu banyak, ilmu teknik, ilmu respek terhadap pemain, ilmu respek kepada semua. Dengan banyak belajar, mereka bisa menyampaikan ke pemain,” tuturnya.
There is no ads to display, Please add some










