Kediri – Satreskrim Polres Kediri Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) untuk memastikan distribusi gas LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi keamanan maupun kualitas isi pada Rabu (8/4).
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elsyarif Martadinata, menjelaskan bahwa sidak difokuskan pada pengecekan berat isi tabung gas melon serta kelayakan fisik tabung sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Hari ini kita melakukan sidak di SPBE terkait pendistribusian LPG 3 kilogram. Kita cek apakah penyalurannya sampai ke konsumen akhir sesuai, termasuk dari sisi keamanan dan berat isi,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran terkait isi tabung. Berat LPG dipastikan tetap sesuai standar, yakni 3 kilogram tanpa adanya pengurangan maupun kelebihan.
“Hasil pengecekan tidak ada temuan, khususnya terkait berat isi. Semuanya sesuai ketentuan,” tegasnya.
Namun demikian, petugas sempat menemukan beberapa tabung yang mengalami karat. Menurut AKP Achmad, kondisi tersebut bisa memengaruhi penggunaan di tingkat konsumen, seperti gangguan saat pemasangan ke kompor.
“Karat ini bisa jadi salah satu penyebab tabung tidak pas saat digunakan. Jadi ini menjadi catatan agar ke depan lebih teliti dalam pengecekan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tabung yang sudah tidak layak seharusnya rutin diganti demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Selain itu, dari sisi ketersediaan, stok LPG 3 kilogram di wilayah Kota Kediri dipastikan dalam kondisi aman. Saat ini, stok mencapai sekitar 57 ton. Salah satu SPBE di Lirboyo Kota Kediri mendistribusikan ke 13 agen.
“Untuk stok sampai hari ini masih aman. Harga di pangkalan juga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









