Kediri – Di balik insiden keras yang menimpa Firman Nugraha, tersimpan ketegaran dan pesan mendalam dari orang tuanya. Firman, pemain Perseta 1970, menjadi korban tendangan kungfu dari pemain PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, Muhammad Hilmi, dalam pertandingan babak 32 besar Liga 4 Indonesia Jawa Timur.
Tendangan keras tersebut melesat tepat ke dada Firman saat laga berlangsung. Benturan itu membuat Firman harus mendapat perawatan medis dan menjalani pemeriksaan rontgen di rumah sakit. Hasilnya, Firman mengalami retak pada tulang rusuk dan membutuhkan waktu pemulihan.
Saat ditemui di rumahnya, Sugeng Riyadi, ayah Firman, mengaku sedih ketika pertama kali mengetahui anaknya menjadi korban tendangan berbahaya di lapangan.
“Sebagai orang tua pasti kaget dan sangat khawatir. Apalagi Firman sempat sesak dan harus dibawa ke rumah sakit untuk rontgen,” ujar Sugeng dengan suara tenang.
Meski demikian, Sugeng memilih menyikapi kejadian tersebut dengan penuh kesabaran. Sugeng juga menuturkan bahwa Firman dikenal sebagai anak yang sabar. Bahkan saat ditendang keras, Firman tidak melakukan perlawanan atau membalas dengan cara kasar.
“Mungkin karena dari kecil saya tanamkan ke Firman, main bola itu harus sportif. Jangan balas dengan kasar. Kalau main boleh keras tapi jangan kasar, kalau terkena tendangan kalau bisa hindari,” tegas Sugeng.
Firman sendiri telah menyukai sepak bola sejak duduk di bangku kelas 6 SD dan aktif mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB). Meski insiden ini sempat membuatnya terpukul, Sugeng berharap kejadian tersebut tidak memadamkan semangat anaknya untuk terus bermain sepak bola.
“Doa saya cuma Firman cepat pulih,” pungkasnya.kin/mg










