Kediri – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri melakukan perbaikan rutin pada Jembatan Lama Kota Kediri, menyusul ditemukannya sejumlah titik kerusakan pada badan jalan dan trotoar jembatan pada Rabu (18/2).
Perbaikan difokuskan pada bagian gelagar serta trotoar kayu dan lapisan aspal yang mengalami kerusakan akibat faktor usia bangunan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemeliharaan berkala untuk menjaga keamanan pengguna jalan sekaligus fungsi jembatan.
Ahli Muda Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Kediri, Sunarto, mengatakan bahwa perbaikan rutin merupakan tanggung jawab pemerintah daerah setiap kali ditemukan kerusakan.
“Hari ini kita melakukan perbaikan rutin. Jadi setiap ada kerusakan di Jembatan Lama ini, Dinas PUPR yang mengerjakan perbaikannya,” ujarnya.
Menurut Sunarto, bagian yang diperbaiki meliputi gelagar atau struktur penopang perkerasan jalan yang mengalami kerusakan pada badan jalan. Selain itu, trotoar kayu serta elemen penyangga perkerasan atau dekleng juga turut diganti.
Ia menegaskan, seluruh material yang digunakan tetap mempertahankan bahan kayu. Hal ini karena Jembatan Lama Kota Kediri telah berstatus sebagai bangunan cagar budaya sehingga bentuk dan karakter aslinya tidak boleh diubah.
“Karena ini merupakan cagar budaya, kita tidak boleh mengubah fisik jembatan. Dari kayu kita kembalikan ke kayu, sesuai bentuk semula,” jelasnya.
Meski demikian, pola perbaikan tambal sulam dinilai bukan solusi jangka panjang. Pihak Dinas PUPR telah menerima arahan dari Kepala Dinas agar ke depan dilakukan penggantian secara menyeluruh untuk mencegah kerusakan yang muncul secara bergantian.
“Ada arahan dari Ibu Kepala Dinas, supaya ke depan tidak lagi tambal sulam. Nantinya akan diganti semua agar usia pakainya seragam,” ungkap Sunarto.
Berdasarkan kajian sebelumnya yang dilakukan tim dari Universitas Brawijaya, sejumlah bagian konstruksi jembatan mengalami keropos akibat faktor usia. Kerusakan paling parah ditemukan di sisi barat jembatan, yang dipengaruhi oleh adanya aliran air dan penggerusan pondasi di bawahnya.
“Kerusakan terparah ada di sisi barat. Di bagian itu terdapat air yang menyebabkan penggerusan pondasi,” paparnya.
Sementara itu, untuk bagian tengah hingga sisi timur jembatan, kondisi konstruksi masih dinyatakan relatif aman. Saat ini, perbaikan difokuskan pada trotoar dan gelagar kayu, sedangkan rencana perbaikan total masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pimpinan. kin/mg
There is no ads to display, Please add some








