Kediri – Pemerintah Kota Kediri menggelar kegiatan Larasati (Lomba Seni dan Kreativitas Anak Usia Dini) dengan melibatkan ratusan anak PAUD dan TK dari seluruh wilayah Kota Kediri. Kegiatan yang diisi berbagai lomba seni dan kreativitas itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat sekaligus menumbuhkan karakter sejak usia dini, bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri pada Senin (15/6).
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, juga mengukuhkan Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia menegaskan bahwa peran Bunda PAUD tidak hanya sebatas simbol atau atribut yang dikenakan. Menurutnya, Bunda PAUD harus menjadi penggerak sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.
“Saya berharap ibu-ibu yang saat ini menggunakan selempang bisa memperkuat sinergi dengan pemerintah, kolaborasi, dan komunikasi sehingga PAUD yang ada di kecamatan maupun kota ke depan memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.
Ia meminta para Bunda PAUD aktif melakukan evaluasi terhadap kondisi lembaga PAUD, mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana, kenyamanan peserta didik, hingga kualitas pembelajaran yang diberikan para pendidik.
Menurut Vinanda, usia dini merupakan masa krusial bagi perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian maksimal. Karena itu, kegiatan lomba seni dan kreativitas diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir, imajinasi, kreativitas, serta menanamkan nilai gotong royong sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda juga mengingatkan bahwa kegiatan seperti ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Kegiatan harus benar-benar menjadi ruang bagi anak-anak untuk berpartisipasi, tampil, dan mengembangkan rasa percaya diri.
“Jangan jadikan ajang ini semata-mata mengajarkan anak tentang kompetisi. Yang terpenting adalah menghargai proses, keberanian tampil, dan pengalaman yang diperoleh anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk mewadahi ekspresi anak-anak usia dini yang ingin menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
“Kami yakin melalui penampilan dan ekspresi anak-anak akan tumbuh karakter-karakter yang diharapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Berbagai perlombaan digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya lomba menyanyi bahasa Jawa, geguritan, carios atau bercerita dalam bahasa Jawa, lomba puisi bahasa Jawa, hingga lomba mewarnai yang diikuti sekitar 450 anak. Secara keseluruhan, kegiatan dihadiri sekitar 860 anak bersama orang tua dan pendamping.
Selain lomba, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda PAUD kelurahan, penandatanganan komitmen pendidikan 13 tahun, serta pameran hasil karya dan kegiatan pendidikan anak usia dini.
Mandung berharap para Bunda PAUD di tingkat kelurahan dan kecamatan dapat terus mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka minimal satu tahun di PAUD atau TK sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
“Dengan pendidikan usia dini yang berkualitas, kita menyiapkan generasi yang tangguh dan siap menjadi penerus bangsa di masa depan,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










