Kediri – Masjid Al Alawi dikenal sebagai masjid yang harus dijaga dari keramaian. Masjid yang berada di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini dikenal sebagai salah satu masjid tua di Kota Kediri, bahkan diyakini sebagai yang tertua.
Berdasarkan penuturan Agus Syaifudin salah satu jamaah masjid, bangunan ini diperkirakan berdiri pada sekitar tahun 1660-an. Artinya, usia Masjid Al Alawi kini telah mencapai lebih dari 300 tahun, bahkan mendekati empat abad.
Masjid ini didirikan oleh seorang kiai bernama Ali Ma’lum, putra dari Kiai Ambiya’ yang berasal dari Kalangbret, Tulungagung. Kisah pendiriannya sarat dengan nilai spiritual. Diceritakan, perjalanan Ali Ma’lum dimulai dengan menyusuri Sungai Brantas, mengikuti pesan sang ayah agar mencari daerah yang memiliki aroma wangi. Hingga akhirnya ia menemukan wilayah yang harum seperti bunga melati yang menjadi lokasi berdirinya Masjid Al Alawi.
“Hingga kini, keaslian bangunan inti masjid tetap terjaga. Masjid ini masih berciri arsitektur Jawa klasik, dengan atap limasan yang ditopang empat tiang utama. Pilar-pilar dari kayu jati tersebut masih asli sejak awal pendirian, hanya mengalami sedikit penyesuaian berupa pemasangan keramik di bagian bawahnya,” jelasnya, Sabtu (21/2).
Keunikan lain terlihat pada bagian tengah atap masjid. Di sana terdapat dua ruas balok kayu berhias ukiran yang juga masih asli. Ornamen tersebut menjadi penanda kuat usia masjid yang telah ratusan tahun. Meski demikian, beberapa ornamen bernuansa Jawa seperti pintu berdaun ganda dengan ukiran di sekelilingnya ditambahkan seiring waktu oleh pengurus masjid.
“Masjid Al Alawi sejak dahulu dikenal sebagai tempat i’tikaf dan ibadah untuk mencari kekhusyukan. Karena itu, suasana tenang sangat dijaga. Bahkan, menurut cerita turun-temurun, aktivitas yang menimbulkan kebisingan seperti bermain rebana tidak dianjurkan di sekitar masjid. Konon, jika ada keramaian hal tersebut diyakini dapat mendatangkan musibah,” tambahnya.
Masjid ini juga sekaligus jadi pionir berdirinya beberapa pondok besar yang ada di Kediri. Nama besar Kiai Ambiya’ juga diteruskan oleh generasi berikutnya.
Kiai Sholeh yang merupakan generasi keempat dari pendiri masjid Al Alawi telah melahirkan tokoh-tokoh pendiri pondok pesantren di Kediri. Seperti Pondok Pesantren Lirboyo, Jampes, Kedunglo dan Batokan.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









