Kediri – Puluhan karya inovatif hasil kreativitas mahasiswa dipamerkan dalam Pameran Inovasi Teknologi bertema “Berkolaborasi Dalam Inovasi Berkarya Untuk Masa Depan”** yang digelar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil riset dan inovasi teknologi yang berpotensi diterapkan di tengah masyarakat.
Dekan FTIK UNP Kediri, Sulistiono, mengatakan pameran tersebut merupakan inisiatif mahasiswa yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara mandiri. Selama ini FTIK memiliki agenda tahunan Pekan Inovasi Teknik, namun tahun ini kegiatan tersebut diperluas menjadi agenda tingkat universitas yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli.
“Karena Pekan Inovasi Teknik tahun ini menjadi agenda tingkat universitas, mahasiswa memiliki gagasan agar tradisi inovasi di Fakultas Teknik tetap berjalan. Akhirnya Badan Eksekutif Mahasiswa FTIK menggagas pameran ini dan seluruh pelaksanaannya murni dilakukan oleh mahasiswa,” ujarnya.
Sulistiono mengapresiasi semangat dan kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan berbagai inovasi teknologi tepat guna. Menurutnya, meski sebagian besar masih berupa prototipe, karya-karya tersebut memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan hingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
“Saya sangat bangga. Pak Rektor juga mengapresiasi karya-karya mahasiswa. Memang masih berupa teknologi tepat guna, tetapi saya optimistis ke depan bisa diimplementasikan dan digunakan oleh masyarakat,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang terus dilanjutkan oleh kepengurusan BEM FTIK berikutnya. Selain itu, penyempurnaan karya juga dinilai penting melalui kolaborasi lintas program studi, khususnya antara Teknik Mesin dan Teknik Elektronika.
Menurutnya, perpaduan kemampuan mahasiswa Teknik Mesin dalam merancang sistem mekanik dengan mahasiswa Teknik Elektronika pada aspek otomatisasi akan menghasilkan inovasi yang lebih optimal.
“Masih ada beberapa yang perlu disempurnakan. Ke depan memang harus ada kolaborasi antara Teknik Mesin dan Teknik Elektronika. Bagian mekaniknya dikerjakan Teknik Mesin, sedangkan sistem otomatisasinya oleh Teknik Elektronika. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk massal yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNP Kediri, Erik Setyowibowo, menjelaskan pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi lima program studi di lingkungan FTIK, yakni Teknik Mesin, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektronika, dan Teknik Industri.
Sebanyak 54 karya dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Beragam inovasi ditampilkan, mulai dari teknologi berbasis Internet of Things (IoT), robot hingga alat dan mesin pendukung produksi UMKM
“Harapan kami, pameran ini bisa memperkenalkan karya-karya mahasiswa teknik kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai program studi,” ujar Erik.
Pameran dibuka untuk masyarakat umum sehingga pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa. Selain pameran teknologi, panitia juga menyiapkan hiburan musik sebagai puncak acara yang digelar hingga malam hari.
There is no ads to display, Please add some









