Kediri – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri memusnahkan barang bukti dari 67 perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Rabu (7/10).
Pemusnahan dilakukan di Kantor Kejari Kota Kediri. Barang bukti tersebut berasal dari perkara yang ditangani selama periode 6 Mei hingga 5 Oktober 2026.
Kepala Kejari Kota Kediri, Rivo Chandra Makarupa Medellu, S.H., mengatakan pemusnahan dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan putusan pengadilan terhadap barang bukti yang telah dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan.
“Terhadap barang-barang yang dimusnahkan itu memang di dalam keputusan dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan. Jadi kita melaksanakan itu,” ujarnya.
Dari total 67 perkara, kasus narkotika dan obat-obatan terlarang masih menjadi perkara yang mendominasi. Tercatat ada 41 perkara tindak pidana umum lain (TPUL) dengan barang bukti di antaranya sabu-sabu seberat 254,913 gram dan 19.474 butir pil Double L.
Selain narkotika, Kejari juga memusnahkan lima unit telepon genggam serta sejumlah barang lainnya seperti plastik klip, solasi, timbangan digital, botol kaca, skrop dan helm.
Sementara itu, sebanyak 15 perkara masuk kategori tindak pidana terhadap orang dan harta benda (Oharda). Barang bukti yang dimusnahkan meliputi dua senjata tajam, empat barang elektronik, serta pakaian, pecahan kaca, kartu ATM, surat-surat, sandal, tas dan barang lainnya.
Kemudian, terdapat 11 perkara kategori keamanan dan ketertiban umum (Kamtibum), dengan barang bukti berupa tiga unit telepon genggam serta sejumlah barang lainnya.
Rivo mengatakan, perkara narkotika dan pil Double L masih menjadi perkara yang paling banyak ditemukan sejak dirinya bertugas di Kejari Kota Kediri.
“Yang paling tinggi itu adalah narkotika dan Double L,” katanya.
Menurutnya, pola peredaran narkotika di Kota Kediri sejauh ini relatif tidak banyak berubah. Karena itu, penanganan persoalan narkotika membutuhkan keterlibatan bersama, terutama dalam mencegah anak muda dan pelajar terjerumus penyalahgunaan narkoba.
“Kita harus bersama-sama untuk menangani, terutama untuk anak muda, anak-anak pelajar. Itu karena pergaulan, mungkin pembinaannya kepada mereka,” pungkasnya.kin/mg
