Kediri – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman balita berinisial MA (4) warga Lingkungan Baudendo, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Kamis (16/04). Isak tangis keluarga dan warga pecah saat jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat sekitar pukul 11.00 WIB.
Sebelumnya, jenazah korban telah menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara. Usai proses tersebut, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka sebelum akhirnya dimakamkan pada hari yang sama.
Tangis haru tak terbendung dari keluarga yang mengiringi kepergian bocah malang tersebut ke tempat peristirahatan terakhirnya. Warga sekitar pun turut hadir sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Kakak tiri korban, Muhammad Wahyudi, mengaku terakhir kali bertemu dengan korban dua hari sebelum kejadian. Saat itu, ia melihat kondisi korban masih seperti biasa. “Terakhir ketemu dua hari kemarin, kondisinya masih baik-baik saja di rumah,” ujarnya.
Ia menggambarkan korban sebagai anak yang aktif. Meski tidak tinggal serumah, ia sesekali mengunjungi korban di rumah neneknya. “Saya kalau ke rumah neneknya, kadang dia lagi tidur. Tapi pernah lihat juga dia main air, masih kecil memang,” katanya.
Terkait peristiwa yang menimpa adiknya, Wahyudi mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kebenaran di balik kematian korban. “Kalau kronologi saya tidak tahu, karena saat itu saya tidak di rumah. Harapannya ya diusut, dicari kebenarannya,” tegasnya.
Sementara itu, dua saudara korban lainnya saat ini diketahui dalam kondisi baik dan tengah dirawat oleh kerabat keluarga. Hingga kini, kasus kematian balita tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kejadian yang mengundang duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
There is no ads to display, Please add some









