Kediri – Kompleks Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang di Kabupaten Kediri bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi dan wisata rohani sejarah panjang perkembangan iman Katolik yang berpadu dengan kekayaan budaya Jawa. Gereja yang dikenal luas sebagai Gua Maria Lourdes Pohsarang ini memiliki nilai historis dan arsitektural yang tinggi sejak pertama kali didirikan pada masa kolonial Belanda.
Gereja pertama di kawasan Puhsarang dibangun pada tahun 1936. Gereja ini didirikan oleh Romo Jan Wolters CM, dengan rancangan arsitektur karya Henri Maclaine Pont, arsitek ternama yang dikenal dengan pendekatan akulturasi budaya lokal dan Eropa.
Keunikan Gereja Santa Maria Puhsarang terletak pada perpaduan arsitektur Jawa dengan gaya Eropa. Gua Maria Pohsarang ini adalah miniatur dari Gua Maria Lourdes di Prancis. Unsur Jawa tampak jelas melalui penggunaan batu sungai berukuran besar, gapura menyerupai candi. Sementara sentuhan Eropa terlihat pada struktur atap melengkung yang menyerupai perahu terbalik.
“Ini meniru di Prancis itu tapi kalau sana rata tanahnya kalau sini struktur tanahnya tinggi jadi dibuat ada tangga-tangganya,” ujar Winarno, salah satu penjaga kompleks Gereja Puhsarang yang telah mengabdi selama 25 tahun.
Seiring berjalannya waktu, kawasan gereja terus berkembang. Pada tahun 1997, dilakukan pengembangan besar dengan pembangunan Gua Maria Puhsarang yang terinspirasi dari Gua Maria di Lourdes, Prancis. Pengembangan ini diprakarsai oleh Ketua Uskup Surabaya saat itu, Mgr Johannes Hadiwikarta, dengan menyesuaikan kondisi kontur tanah Puhsarang yang berbukit, sehingga kawasan gua dibangun secara berundak.
Kini, kompleks Gereja Puhsarang memiliki luas sekitar 6,5 hektare dan menjadi salah satu destinasi wisata rohani yang ramai dikunjungi. Di dalamnya terdapat patung Bunda Maria dan jalan salib bukit glogota yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam Kitab Suci.
Meski mengalami beberapa kali renovasi pada tahun 1955, 1974, 1986, dan 1999, bentuk utama gereja induk tetap dipertahankan tanpa perubahan signifikan. Renovasi lebih difokuskan pada penguatan struktur dan penambahan fasilitas pendukung seperti pendopo, area makam, taman doa, serta penginapan.
Saat ini, Gereja Santa Maria Puhsarang berada dalam wilayah Paroki Kediri, bagian dari Keuskupan Surabaya. Nilai sejarah dan keunikannya membuat bangunan gereja ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Kediri melalui Surat Keputusan Bupati Kediri Nomor 432/1213/418.21/2018 tertanggal 4 September 2018. kin/mg









