Kediri — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Kediri pada Minggu (16/11) menyebabkan luapan sungai yang melintas di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, hingga merendam tiga wilayah pemukiman. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 18.13 WIB setelah debit air meningkat secara cepat.
Tiga RT terdampak banjir dengan total 142 jiwa terdampak genangan. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter di akses jalan, sementara genangan di dalam rumah warga rata-rata mencapai 10 sentimeter. Selain permukiman, banjir juga berdampak pada tiga fasilitas umum dan dua lahan pertanian.
Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat menjadi pemicu naiknya debit air sungai.
“Hujan turun cukup lebat dan kontinyu, sehingga sungai yang berhulu di kawasan Kasian tidak mampu menampung debit air. Dampaknya langsung dirasakan oleh warga di Kelurahan Gayam,” jelasnya.
BPBD Kota Kediri mengerahkan Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC-PB) pada pukul 19.02 WIB. Kurang dari 10 menit setelah diterjunkan, tim sudah berada di lapangan dan langsung melakukan asesmen serta penanganan awal. “Kami pastikan respons cepat. Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak dan melakukan pengecekan kondisi, pengurasan air, hingga membantu pembersihan rumah yang terdampak,” ujar Joko.
Selain membantu warga membersihkan genangan, BPBD juga menyalurkan sandbag sebagai langkah mitigasi agar air tidak kembali masuk ke rumah.
“Sandbag kami distribusikan untuk meminimalisir luapan lanjutan. Kami ingin memastikan warga merasa aman dan terlindungi,” sambungnya.
Ia menambahkan bahwa penanganan di lapangan melibatkan Destana Kelurahan Gayam, perangkat kelurahan, BKTM, Babinsa, serta warga sekitar.
“Koordinasi berjalan sangat baik. Semua unsur bergerak bersama sehingga penanganan bisa cepat dan tidak menimbulkan kendala berarti,” katanya.
Pemantauan dilakukan hingga malam hari. BPBD memastikan bahwa banjir telah surut total pada pukul 23.19 WIB, dan situasi kembali normal. Tidak ada warga yang mengungsi serta tidak ditemukan korban jiwa.
Joko mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama memasuki masa cuaca ekstrem.
“Kami mengharapkan warga selalu memperhatikan kondisi lingkungan, terutama saat hujan deras. Laporkan segera jika melihat potensi bahaya, agar upaya penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tutupnya.










