Kediri – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri terus menggencarkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui layanan jemput bola hingga tingkat RT/RW dan kelurahan. Berdasarkan data per 30 September 2026, capaian aktivasi IKD di Kota Kediri mencapai 24,19 persen.
Kepala Dispendukcapil Kota Kediri, Marsudi Nugroho, mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan identitas kependudukan digital. Salah satunya melalui pelayanan jemput bola yang menyasar berbagai wilayah dan kegiatan lintas sektor.
“Sampai hari ini kita masih jemput bola, terutama di RT/RW. Kemudian di lingkungan sektor kita, juga di tingkat kelurahan, kita jemput bola semuanya,” ujar Marsudi, Senin (12/10).
Selain layanan jemput bola, Dispendukcapil Kota Kediri juga membuka pelayanan pada Sabtu dan Minggu di kantor setempat. Kebijakan ini diharapkan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengurus administrasi kependudukan pada hari kerja.
“Sabtu, Minggu itu kita tetap buka layanan. Salah satunya untuk IKD juga kita buka pada Sabtu dan Minggu,” jelasnya.
Menurut Marsudi, keberadaan IKD memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi identitas kependudukan. Pengguna dapat melihat data identitas maupun informasi keluarga yang terhubung dalam sistem.
“Kalau sudah punya IKD, kemudahannya banyak. Tidak hanya data yang bersangkutan, tetapi data keluarganya juga bisa dilihat. Jadi, ketika ada sesuatu atau ada perubahan data, masyarakat bisa langsung mengecek,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan IKD mulai berkembang seiring dengan penerapan sistem digital di berbagai sektor pelayanan publik. Identitas digital tersebut dapat mendukung kebutuhan masyarakat saat mengakses layanan tertentu yang telah menerapkan sistem IKD.
Meski demikian, upaya meningkatkan aktivasi IKD masih menghadapi kendala. Salah satunya berkaitan dengan perangkat telepon seluler yang digunakan masyarakat, baik karena belum memiliki perangkat maupun sistem operasi yang tidak memenuhi persyaratan aplikasi.
“Sebagian masyarakat itu tidak punya perangkat. Kemudian ada juga yang perangkatnya belum memenuhi persyaratan, sehingga aplikasinya tidak bisa diinstal. Kalau tidak bisa diinstal, otomatis tidak bisa melakukan aktivasi,” ungkap Marsudi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, masyarakat dapat mendatangi petugas pelayanan di kelurahan, kecamatan, Mal Pelayanan Publik (MPP), maupun kantor Dispendukcapil Kota Kediri. Aktivasi IKD dilakukan secara langsung agar prosesnya dapat difasilitasi oleh petugas.
“Kalau untuk aktivasi IKD, masyarakat bisa datang ke kelurahan, kecamatan, MPP, maupun kantor Dispendukcapil. Jadi, ada beberapa pilihan tempat pelayanan yang bisa dimanfaatkan,” terangnya.
Marsudi juga menekankan pentingnya menjaga keamanan identitas digital. Masyarakat diminta tidak memberikan PIN kepada orang lain karena informasi tersebut berkaitan dengan akses akun IKD.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas Dispendukcapil dan menawarkan aktivasi melalui tautan yang dikirim lewat WhatsApp maupun email.
“Jangan mengeklik apa pun yang dikirim oleh orang yang mengaku sebagai petugas kami, baik melalui WhatsApp maupun email. Semua layanan aktivasi IKD kami dilakukan secara offline,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat melakukan konfirmasi apabila menemukan pihak yang mencurigakan agar tidak menjadi korban penyalahgunaan data pribadi.
Melalui layanan jemput bola dan pembukaan pelayanan pada akhir pekan, Dispendukcapil Kota Kediri terus mendorong masyarakat untuk melakukan aktivasi IKD.
“Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan identitas digital sekaligus memudahkan warga dalam mengakses layanan administrasi kependudukan,” pungkasnya.kin/mg
