Kediri – Pemerintah Kota Kediri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Pondok Pesantren Wali Barokah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial selama bulan suci Ramadan.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa momentum ini untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas serta kesejahteraan warga Kota Kediri. Ulama berperan menjaga nilai moral, aparat menjaga keamanan dan stabilitas, pemerintah memastikan kebijakan berjalan adil, sementara masyarakat menjadi fondasi utama dari semuanya.
“Sinergi inilah wajah ketahanan sosial yang sesungguhnya. Tujuannya satu, agar masyarakat merasa aman, tenang, dan sejahtera,” ujar Vinanda pada Rabu (4/3).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan komitmen Pemkot Kediri untuk menjaga stabilitas ekonomi selama Ramadan, mulai dari kelancaran distribusi bahan pokok, pengendalian inflasi, hingga menjaga daya beli masyarakat. Namun demikian, ia menekankan bahwa kebijakan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan doa ulama serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Kita harus terus menjaga hubungan yang telah terbangun di Kota Kediri, menjauhi perpecahan dan prasangka, serta merawat toleransi dalam keberagaman,” tambahnya.
Pada acara tersebut, Ponpes Wali Barokah juga menggelar kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada 100 anak yatim dan 750 kaum dhuafa.
Ketua Ponpes Wali Barokah, Sunarto, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
“Semoga santunan ini bermanfaat. Kami bersyukur karena kegiatan ini mendapat dukungan dan partisipasi dari banyak pihak. Ini sekaligus upaya memperkokoh jaringan silaturahmi yang selama ini terbangun,” ujarnya.
There is no ads to display, Please add some









