Kediri – Pemerintah Kota Kediri menutup penghujung tahun 2025 dengan menggelar acara peresmian penataan kawasan Jalan Stasiun yang dirangkai dengan malam pergantian tahun bersama masyarakat. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Makan Pecel bareng Mbak Wali Vinanda Prameswati.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri, Roni Yusianto, menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran acara, rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Pihaknya mengaku penutupan Jalan Dhoho situasional.
“Malam ini menjadi momen penghujung tahun yang kami kemas agar nyaman dan aman untuk masyarakat. Selain peresmian penataan kawasan, juga ada kegiatan sosial dan hiburan,” ujar Roni pada Rabu (31/12).
Wali Kota Kediri bersama Forkopimda dijadwalkan hadir dan makan pecel bersama warga Kota Kediri. Sebanyak 2.000 porsi nasi pecel disiapkan dan akan dibagikan kepada masyarakat. Pembagian kupon dilakukan menjelang kedatangan Wali Kota dan Forkopimda sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebagai wujud kepedulian sosial, acara ini juga dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatera. Dinas Sosial Kota Kediri membuka posko khusus untuk menghimpun donasi, dengan penyaluran dana melalui dua rekening resmi dari wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Dukungan kesehatan turut disiagakan dengan pengiriman dua unit ambulans dari Dinas Kesehatan, serta penyediaan empat unit toilet portable di area eks Pasifik.
Acara malam pergantian tahun ini semakin semarak dengan kehadiran Rio Febrian sebagai bintang tamu utama. Penyanyi nasional tersebut mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Kota Kediri.
“Beberapa kali saya ke Kediri dan saya senang menutup tahun di sini. Keren sekali karena acaranya di Jalan Stasiun. Kota ini ngangeni, dan malam ini saya juga memakai tenun Kediri,” ungkap Rio Febrian.
Ia berharap malam pergantian tahun dapat dilalui masyarakat dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan.
Penataan Kawasan Jalan Stasiun dan Jalan Dhoho sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kediri dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan, guna menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman. Kawasan ini dinilai strategis karena menjadi salah satu pintu masuk utama kota sekaligus pusat aktivitas masyarakat dan mobilitas transportasi.
Melalui peresmian yang dirangkaikan dengan doa bersama dan penggalangan dana, Pemkot Kediri menegaskan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menumbuhkan nilai solidaritas dan kepedulian kemanusiaan di tengah masyarakat.kin/mg










