Kediri – Berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan utama bagi Pemerintah Kota Kediri dalam merealisasikan berbagai program pembangunan tahun 2027. Meski demikian, Pemkot Kediri menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan dengan mengedepankan skala prioritas sebagaimana telah direncanakan dalam RPJMD.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan, seluruh rencana pembangunan di Kota Kediri sejatinya telah diproyeksikan dalam RPJMD untuk mendukung percepatan dan transformasi pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur strategis.
“Di Kota Kediri, seluruhnya dalam RPJMD telah direncanakan dan diproyeksikan untuk dapat melakukan pembangunan berbagai infrastruktur strategis sebagai percepatan dan pendukung transformasi pembangunan,” ujar Vinanda saat membuka Sosialisasi Musrenbang RKPD Kota Kediri Tahun 2027 pada Kamis (15/1).
Beberapa proyek strategis yang telah masuk dalam perencanaan antara lain pembangunan Kediri Creative Network, Islamic Center, pembangunan Jalan Dhoho, gedung parkir di Jalan Dhoho, serta rehabilitasi gedung-gedung perkantoran. Namun, pengurangan anggaran transfer dari pemerintah pusat membuat realisasi seluruh proyek tersebut menjadi tantangan tersendiri.
“Dengan adanya pengurangan anggaran transfer dari pemerintah pusat, tentunya pembangunan yang tadi saya sebutkan ini menjadi sebuah tantangan,” tegasnya.
Menurut Wali Kota, kondisi keterbatasan fiskal menuntut pemerintah daerah untuk lebih rasional dalam menyusun program pembangunan dengan memperhatikan kemampuan anggaran serta urgensi kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, skala prioritas akan menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan.
Selain proyek strategis kota, Vinanda juga menyinggung kemungkinan adanya kebutuhan renovasi sarana prasarana di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun kantor perangkat daerah. Hal tersebut dapat diusulkan melalui forum Musrenbang RKPD 2027 untuk kemudian dikaji berdasarkan tingkat urgensinya.
“Di kantor kecamatan, kelurahan, atau kantor perangkat daerah, tidak menutup kemungkinan ada yang perlu renovasi. Ini bisa disampaikan dalam Musrenbang. Tetapi sekali lagi, kita akan melihat skala prioritas, mana yang lebih membutuhkan perhatian,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan kebijakan pendanaan juga akan lebih diarahkan untuk disinergikan dengan program kementerian dan pemerintah pusat. Melalui koordinasi yang intensif, Pemkot Kediri berharap dapat memperoleh dukungan pendanaan maupun program strategis nasional yang dapat meringankan beban fiskal daerah.
“Kalau kita aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, insya Allah ini bisa membantu. Namun tentu harus dibarengi dengan kesiapan data dan administrasi agar Kota Kediri bisa menjadi lokus program prioritas nasional,” imbuhnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









